<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>laura Herniza'S</title>
	<atom:link href="http://lauraherniza.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lauraherniza.wordpress.com</link>
	<description>Hati-Hati di jalan yaaah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 Oct 2009 04:25:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lauraherniza.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>laura Herniza'S</title>
		<link>http://lauraherniza.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lauraherniza.wordpress.com/osd.xml" title="laura Herniza&#039;S" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lauraherniza.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kepemimpinan ‘Kritis’</title>
		<link>http://lauraherniza.wordpress.com/2009/10/04/kepemimpinan-%e2%80%98kritis%e2%80%99/</link>
		<comments>http://lauraherniza.wordpress.com/2009/10/04/kepemimpinan-%e2%80%98kritis%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 04:25:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lauraherniza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lauraherniza.wordpress.com/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Memimpin kelompok, organisasi, perusahaan, apalagi negara memang tidaklah gampang. Tapi, tidak pula susah. Disebut memimpin berarti ada yang dipimpin. Ada mitra kerja (atau bisa disebut bawahan) yang akan menggalang kebersamaan untuk mencapai tujuan yang telah disepakati. Jabatan pemimpin adalah sebuah &#8230; <a href="http://lauraherniza.wordpress.com/2009/10/04/kepemimpinan-%e2%80%98kritis%e2%80%99/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lauraherniza.wordpress.com&amp;blog=2437170&amp;post=267&amp;subd=lauraherniza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-268" title="loding" src="http://lauraherniza.files.wordpress.com/2009/10/loding.jpg?w=129&#038;h=97" alt="loding" width="129" height="97" /></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Memimpin kelompok, organisasi, perusahaan, apalagi negara memang tidaklah gampang. Tapi, tidak pula susah. Disebut memimpin berarti ada yang dipimpin. Ada mitra kerja (atau bisa disebut bawahan) yang akan menggalang kebersamaan untuk mencapai tujuan yang telah disepakati.</p>
<p style="text-align:justify;">Jabatan pemimpin adalah sebuah amanah. Apalagi jika yang dipimpinnya adalah organisasi dakwah yang punya cita-cita adiluhung, yakni berupaya melanjutkan kehidupan Islam. Insya Allah hal itu merupakan amal shaleh, tentu saja jika ikhlas melakukannya. Karena memimpin adalah amanah, maka seorang pemimpin tidak berhak menjadikan organisasi yang dipimpinnya sebagai hak milik pribadi, sehingga merasa perlu dan wajib (menurut ukuran diri sendiri) untuk memperlakukan organisasi tersebut sesuai kehendaknya, atau merasa berhak mengorbankan bawahan dengan berlindung atas nama penyelamatan organisasi.<span id="more-267"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Menjadi pemimpin bukan berarti antikritik. Bukan pula harus merasa benar sendiri. Sehingga anekdot dalam kepemimpinan akhirnya berlaku: 1). Pemimpin tak pernah salah. 2). Jika pemimpin bersalah, kembali kepada pernyataan pertama. Tentu ini sangat menggelikan dan sungguh merupakan kepemimpinan yang â€?kritisâ€™ (baca: mengkhawatirkan).</p>
<p style="text-align:justify;">Kepemimpinan yang baik memang bukan berarti tanpa cela. Sebagaimana halnya manusia yang bertakwa bukanlah yang selalu benar dalam menjalani kehidupannya, tapi manusia yang bertakwa adalah ketika ia berbuat salah, segera bertaubat. Itu artinya, pemimpin yang baik bukan berarti selalu benar, apalagi merasa benar sendiri. Maka, mendengarkan masukan dari bawahan, adalah hal yang sangat dianjurkan. Karena apa? Karena pemimpin tidak maâ€™sum. Masih ada celah untuk lupa, termasuk berbuat maksiat. Jadi, ada baiknya mendengarkan masukan, saran, bahkan mungkin juga keluhan dan harapan dari bawahan. Tak ada salahnya bukan?</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah saw. bersabda: â€œAmbillah hikmah yang kamu dengar dari siapa saja, sebab hikmah terkadang diucapkan bukan oleh orang yang bijak. Bukankah ada lemparan yang mengenai sasaran tanpa disengaja?â€? (HR al-Askari)</p>
<p style="text-align:justify;">Imam Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah pernah berkata, â€œMan ahsanal istimaâ€™, taâ€™ajjalal intifa –Siapa yang paling baik mendengarkan, dia akan cepat mendapatkan manfaatâ€?. Beliau juga pernah mengingatkan kita untuk menyimak â€œisiâ€? pembicaraan dan bukan â€œsiapaâ€? yang berbicara. â€œPerhatikanlah apa yang dikatakan, dan bukan siapa yang berkata!â€?</p>
<p style="text-align:justify;">Jika sebagai pemimpin menginginkan ketaatan yang kritis (cerdas) dari bawahannya, bukan ketaatan yang â€?kritisâ€™ (mengkhawatirkan), maka tentunya harus memberikan teladan yang baik kepada bawahan. Bagaimana pun juga, pemimpinlah yang seharusnya dan punya kewajiban memberikan teladan, karena seorang pemimpin lebih mungkin untuk didengar dan dipercayai. Lagi pula, bagaimana mungkin diangkat dan dipilih jadi pemimpin jika tidak bisa dijadikan teladan. Seseorang yang memimpin pasti umumnya lebih baik dari orang kebanyakan. Lebih baik semangatnya, lebih baik ilmunya, lebih baik kesabarannya, lebih baik segalanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang pemimpin dikatakan telah gagal dan kepemimpinannya dikategorikan â€?kritisâ€™ alias mengkhawatirkan adalah ketika seorang pemimpin tak mampu memimpin bawahannya. Bahkan lebih memilih bermusuhan dengan bawahannya yang berbeda sikap dan pendapat dengannya, ketimbang berusaha duduk bersama dan melakukan dengar-pendapat dengan bawahannya yang berseberangan itu. Siapa tahu bisa dicari jalan keluar yang terbaik. Sebab, kita bukan hanya ingin bersama, tapi juga bersatu. Kita juga tidak hanya ingin diangap bilangan, tapi juga diperhitungkan[O. Solihin]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lauraherniza.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lauraherniza.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lauraherniza.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lauraherniza.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lauraherniza.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lauraherniza.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lauraherniza.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lauraherniza.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lauraherniza.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lauraherniza.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lauraherniza.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lauraherniza.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lauraherniza.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lauraherniza.wordpress.com/267/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lauraherniza.wordpress.com&amp;blog=2437170&amp;post=267&amp;subd=lauraherniza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lauraherniza.wordpress.com/2009/10/04/kepemimpinan-%e2%80%98kritis%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1184252a2c07bdb44d81ea4fe5fdb45b?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">lauraherniza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lauraherniza.files.wordpress.com/2009/10/loding.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">loding</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Taghyir Ekstra Parlemen</title>
		<link>http://lauraherniza.wordpress.com/2009/10/04/taghyir-ekstra-parlemen/</link>
		<comments>http://lauraherniza.wordpress.com/2009/10/04/taghyir-ekstra-parlemen/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 04:09:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lauraherniza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lauraherniza.wordpress.com/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya manusia tidak hidup untuk satu hari saja, tapi ia akan memikirkan masa yang akan datang, baik untuk jangka waktu yang dekat (pendek) atau yang jauh (panjang). Ini adalah fakta kehidupan manusia. Oleh karena itu apabila diamati tidak ada manusia &#8230; <a href="http://lauraherniza.wordpress.com/2009/10/04/taghyir-ekstra-parlemen/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lauraherniza.wordpress.com&amp;blog=2437170&amp;post=263&amp;subd=lauraherniza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-264" title="350px-European-parliament-strasbourg-inside" src="http://lauraherniza.files.wordpress.com/2009/10/350px-european-parliament-strasbourg-inside.jpg?w=150&#038;h=112" alt="350px-European-parliament-strasbourg-inside" width="150" height="112" />Sesungguhnya manusia tidak hidup untuk satu hari saja, tapi ia akan memikirkan masa yang akan datang, baik untuk jangka waktu yang dekat (pendek) atau yang jauh (panjang). Ini adalah fakta kehidupan manusia. Oleh karena itu apabila diamati tidak ada manusia yang rela dengan fakta kehidupan yang sedang ia jalani secara mutlak, bagaimanapun faktanya. Ketika fakta yang ia hadapi itu bagus, manusia punya keinginan untuk menjadikannya lebih bagus lagi. Dan ketika fakta yang ia hadapi adalah buruk, ia ingin membuatnya jadi baik. Karena itulah kita mendapati banyak manusia yang rindu pada masa lalu, dan ada pula yang menangisi masa lalu sehingga ia selalu menatap ke masa depan dan akan merindukannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berfikir untuk berubah adalah suatu hal yang urgen dalan kehidupan, karena â€œberubah (taghyir)â€? itu adalah â€œdinamika (gerak)â€? dan â€œbergerakâ€? artinya â€œhidupâ€?. Sebaliknya â€œjumudâ€? adalah â€œkematianâ€?. Sehingga tidak ada penampakan kehidupan selain â€œtumbuhâ€? dan â€œberkembang (bergerak)â€?. Oleh karena itu bagi setiap umat dan individu harus memiliki pemikiran untuk berubah dan melakukan perubahan. Apabila tidak, maka manusia (umat) akan mengalami kemusnahan dan kehancuran. Berserah diri terhadap fakta merupakan penyakit paling berbahaya dan musibah yang paling dahsyat.<span id="more-263"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Realitas Partai-Partai Politik Islam : â€œMencari Jalan menuju Perubahanâ€?</strong><br />
Di negeri ini banyak bermunculan partai-partai politik Islam yang ingin melakukan perubahan terhadap kondisi masyarakat yang sangat terpuruk di segala bidang (politik, ekonomi, sosial, hukum, dan lain-lain). Apalagi dengan akan diselenggarakannya Pemilu tahun depan mereka tidak mau ketinggalan untuk segera mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum agar menjadi partai yang legal yang terdaftar sebagai bagian dari anggota parlemen RI.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan berbenderakan Islam seperti Partai Persatuan Pembangunan, Partai Bulan Bintang, Partai Keadilan Sejahtera dan yang lainnya sudah seharusnya mereka berjuang untuk mewujudkan masyarakat yang Islami. Dari sisi semangat melakukan perubahan mereka tidak diragukan lagi, hanya saja tidak setiap partai mampu menemukan jalan yang tepat menuju perubahan yang diinginkan. Padahal untuk melakukan perubahan setidaknya ada tiga kunci utama yang jika hal ini diperhatikan maka partai-partai politik tersebut pasti akan menuai keberhasilan, yaitu penguasaan yang benar terhadap kondisi masyarakat yang ingin dirubah, adanya gambaran yang jelas dan gamblang tentang kehidupan yang ingin dituju serta yang paling penting adalah mereka memiliki kejelasan metode untuk meraih perubahan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu biasanya ketika akan berjuang melakukan perubahan mereka pasti dihadapkan pada satu pertanyaan besar yaitu darimana kita akan mulai? Dari merubah individu ataukah masyarakat. Berdasarkan hal ini partai-partai politik tersebut dapat diklasifikasikan menjadi:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Partai-partai yang melakukan perubahan (perbaikan) individu.<br />
Usaha perubahan ini dilakukan oleh partai dengan memperbaiki setiap individu muslim dengan memfokuskan perhatian yang sangat besar terhadap fondasi masyarakat. Hal ini dilatarbelakangi oleh suatu pemahaman bahwa bila telah didapatkan kesempatan yang cukup untuk memperbaiki fondasi tersebut, maka kaum muslimin akan kembali mendapatkan kemuliaan seperti dahulu.</li>
<li>Partai-partai yang melakukan perubahan masyarakat.<br />
Kelompok ini beranggapan bahwa usaha yang paling benar adalah membentuk sebuah negara yang memikul beban daâ€™wah dan melindungi kaum muslimin dari berbagai penyakit yang mereka derita, serta mengubah masyarakat menjadi masyarakat Islam yang dengan perubahan itu pasti akan mempengaruhi individu-individunya, sekaligus memperbaiki keadaan mereka.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Dengan mengkaji unsur-unsur pembentuk masyarakat, seharusnya partai-partai tersebut bisa melihat bahwa faktanya masyarakat adalah perpaduan dari unsur manusia, pemikiran, perasaan dan aturan-aturan yang dibuatnya. Baik-buruknya masyarakat bergantung pada baik-buruknya pemikiran, perasaan dan aturan-aturannya. Sebab manusia adalah manusia; mereka senantiasa membawa pemikiran-pemikiran tertentu. Jika pemikiran-pemikiran manusia baik, akan terbentuk masyarakat yang baik pula. Sebaliknya, jika pemikiran-pemikiran manusia buruk, akan terbentuk pula masyarakat yang buruk. Ini jelas berbeda dengan unsur-unsur atau pilar-pilar pembentuk individu (aqidah, ibadah, akhlak dan muamalat).</p>
<p style="text-align:justify;">Baik-buruknya individu sangat bergantung pada baik-buruk unsur-unsur pembentuknya. Jadi, penggambaran bahwa masyarakat tersusun dari individu-individu adalah penggambaran yang keliru. Oleh karena itu, upaya memperbaiki individu yang ditujukan untuk memperbaiki masyarakat adalah upaya yang keliru. Bahkan, hasil yang dikehendaki dari upaya seperti ini secara pasti tidak akan mungkin dapat diwujudkan. Sebab, perbaikan individu dan perbaikan masyarakat memiliki metode atau cara yang berbeda, yang masing-masing tidak akan pernah memberikan hasil yang sama. Permasalahannya bukan apakah metode perbaikan ini singkat ataupun lama, tetapi karena masing-masing memiliki metode perbaikan yang berbeda, yang tidak akan mengantarkan pada hasil yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Walaupun begitu, tidak berarti bahwa perbaikan individu dapat diremehkan dan dianggap tidak begitu penting. Sebab untuk memperbaiki masyarakat, diperlukan upaya besar yang dititik bertakan pada perubahan sistem di tengah-tengah masyarakat, perubahan pemikiran dan kebudayaan yang telah mengakar di dalamnya, serta perasaan individu-individu masyarakat. Jadi, sekali lagi perbaikan masyarakat tidak ditempuh melalui perbaikan individu. Sebab cara memperbaiki individu sangat berbeda dengan cara mengubah masyarakat, sedangkan aktivitas perbaikan individu hanya diberlakukan bagi anggota-anggota gerakan maupun partai. Sedangkan partai atau organisasi sendiri seluruhnya harus berjalan dalam koridor perbaikan masyarakat!</p>
<p style="text-align:justify;">Upaya Parpol-Parpol Islam Dalam Koridor Perbaikan Masyarakat, Sebuah Analisa<br />
Kita tidak menutup mata bahwa ada partai-partai politik Islam yang juga sedang berjuang melakukan perbaikan masyarakat. Patut disayangkan kalau pada faktanya usaha yang telah dilakukan baru sampai pada taraf â€œislahâ€?. Yaitu perubahan yang hanya menyentuh sisi-sisi tertentu saja (parsial) dari sekian banyak agenda permasalahan umat. Selain itu juga bersifat tambal sulam, maksudnya tidak sampai menemukan akar permasalahan yang sebenarnya, sehingga solusi-solusi yang diberikan malah memunculkan agenda baru yang justru semakin menyesaki layar permasalahan utama kaum muslimin.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa demikian? Jawabannya adalah karena masyarakat kita termasuk parpol-parpol yang ada masih didominasi oleh cara pandang â€œrealistis (pragmatis)â€?. Yaitu mereka menjadikan fakta sebagai â€œsumber berfikir (mashdar at-tafkir)â€?, bukan sebagai â€œobyek berfikir (mawduâ€™ at-tafkir)â€?. Sikap â€œrealistisâ€? â€“ lebih tepatnya adalah realis, ed.- yang dimaksud disini adalah bagaimana bersikap dan berperilaku sesuai dengan fakta. Sikap â€œrealistisâ€? semacam ini tidak mengandung upaya untuk mengubah realitas/fakta, tetapi malah menyesuaikan perilaku dengan realitas/fakta yang ada. Ironis memang, karena ungkapan bahwa kita harus â€œrela dengan fakta yang adaâ€? telah dijadikan kaidah dasar di dalam benak masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka (masyarakat) telah menganggap bahwa sikap semacam itu adalah sebuah kemajuan. Misalnya mereka menyatakan bahwa politik Amerika sendiri dibangun di atas dasar â€œpragmatismeâ€?. Oleh karena itu, mereka mendefinisikan politik dengan â€œseni tentang kemungkinanâ€?, yakni bagaimana berkompromi dengan fakta (bersikap pragmatis) untuk meraih sejumlah kemungkinan. Padahal, hakekat yang benar tentang politik adalah sebuah ikhtiar untuk memilih kondisi yang paling baik. Dengan kata lain, politik adalah bagaimana mengambil kemungkinan-kemungkinan yang terbaik atau ideal untuk mewujudkan tujuan-tujuan yang hendak kita capai; tanpa memandang lagi ringan, mudah, ataupun beratnya. Artinya politik adalah bagaimana kita bergumul dengan realitas/fakta untuk kemudian diubah sesuai dengan yang kita kehendaki, bukan malah rela dengan realitas/fakta yang ada seperti: hancurnya Khilafah, jauhnya upaya menegakkan kembali Daulah Islamiyah; rela dengan keterpecahbelahan; termasuk pula pemikiran untuk mewarnai kebijakan dengan masuk ke parlemen sebagai jalan untuk mendapatkan kekuatan/kemampuan melakukan islah (perbaikan) diberbagai bidang dalam rangka memperbaiki kondisi masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaannya sekarang adalah apakah islah lewat parlemen adalah metode jitu untuk melakukan perbaikan masyarakat? Tidak. Sama sekali tidak. Karena metode perbaikan lewat parlemen (taghyir intra parlemen) memiliki sejumlah kelemahan, yaitu:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Banyaknya partai-partai Islam di dalam parlemen membuat suara umat terpecah sehingga akan ada partai Islam yang mendapat suara cukup besar. Sebagai konsekuensinya wakil partai di parlemen juga sedikit. Dengan jumlah yang sedikit dan masing-masing partai memiliki kepentingan sendiri-sendiri (tidak ada kesamaan visi dan misi), maka suara dari partai-partai Islam menjadi tidak berarti dalam parlemen yang bersistem demokrasi. Selain itu ada juga diantara mereka yang memilih berkoalisi dengan partai nasionalis untuk memperbanyak suara. Hal ini tentunya semakin membuat suara umat hilang.</li>
<li>Pemecahan masalah yang dilakukan dalam parlemen adalah berdasarkan sistem demokrasi. Dengan beragamnya ideology partai, maka setiap pemecahan masalah harus mengakomodaasi berbagai kepentingan yang ada, termasuk kepentingan kelompok-kelompok anti syariat Islam. Sehingga pemecahan yang diambil melalui parlemen akhirnya bersifat kompromistik, tidak murni solusi/pemecahan Islam.</li>
<li>Karena prinsip sekulerisme yang dianut oleh negara, maka mereka terjebak pada perjuangan parsial yang bahkan seringkali hanya mengedepankan â€œesensiâ€? .</li>
<li>Ditinjau dari hukum syaraâ€™ jelas bergabung dengan parlemen dalam sistem kufur adalah haram.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Banyak fakta yang menunjukkan kepada kita bahwa perjuangan melalui parlemen tanpa mengubah sistem terlebih dahulu seperti perjuangan FIS di Aljazair atau Partai Refah di Turki adalah hal yang mustahil!</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sisi bentuk aktivitas yang dilakukan, kita melihat saat ini banyak juga partai-partai yang melakukan aktivitas-aktivitas sosial untuk melakukan perubahan ditengah-tengah masyarakat. Ada yang melakukan aktivitas sosial secara langsung dan ada pula yang melakukan aktivitas sosial parsial sekaligus mereka memperoleh penghasilan-penghasilan dan keuntungan-keuntungan dari bantuan-bantuan yang diberikan kepada organisasi-organisasi sosial tersebut. Kadang-kadang mereka dijadikan media untuk memperoleh penghasilan dan pendapatan. Dengan cara-cara seperti ini, sebagian besar partai dan gerakan mencoba mempengaruhi masyarakat. Bahkan aktivitas sosial tersebut dijadikan bagian dari aktivitas partai dan gerakan, seperti: membuka klinik-klinik, sekolah-sekolah, atau rumah sakit, dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika dikaji secara mendalam maka keberadaan partai atau gerakan tersebut sangatlah berbahaya bagi usaha perbaikan masyarakat. Mengapa demikian? Karena sesungguhnya yang menjadi agenda pembahasan kita adalah â€œkebangkitan umatâ€?. Sebagaimana kita ketahui, umat saat ini dalam kondisi keterbelakangan, perpecahan, dan kemunduran berpikir. Kondisi semacam ini mengharuskan generasi kaum muslim, khususnya yang memiliki kesadaran dan keikhlasan, untuk mengkaji dan memahami unsur-unsur kebangkitan serta cara membangkitkan umat hingga mencapai posisi yang paling tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya, umat tetap mengakui sebagian pemikiran (afkar) maupun pemahaman (mafahim) Islam dan menerapkan sebagian hukum-hukum Islam hingga sekarang ini. Mereka masih mengakui kesucian aqidah mereka. Mereka masih meyakini bahwa umat Islam pernah menjadi umat yang maju selama beberapa kurun lamanya. Mereka masih mengimani kewajiban untuk kembali kepada Allah sekaligus menyampaikan kedaulatannya kepada umat yang lain. Mereka juga masih mengimani bahwa jihad itu adalah wajib. Semua itu menunjukkan bahwa perasaan umat adalah perasaan Islam dan semangat mereka adalah semangat Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, kesadaran-kesadaran untuk bangkit/berubah selalu ada di dalam jiwa umat. Ketika ada sejumlah nash dan amal yang mengobarkan ruh jamaah pada diri umat, di dalam diri mereka muncul suatu kecenderungan alami untuk membentuk suatu partai politik. Inilah realitas umat Islam sesungguhnya. Intinya, umat Islam masih memiliki sebagian pemikiran, pemahaman, dan perasaan Islam serta ruh jamaah yang telah terpatri pada diri mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Realitas rusak yang telah menimpa umat Islam saat ini telah menggerakkan perasaan mereka untuk berubah/bangkit sekaligus untuk melakukan perubahan atas kondisi rusak ini. Seandainya umat dibiarkan tetap dalam kondisi seperti ini, sungguh kesadaran dan perasaan mereka untuk bangkit akan berubah menjadi sebuah pemikiran. Ini merupakan perkara yang alami. Tentunya, pemikiran tersebut akan melahirkan sebuah aksi yang bisa membangkitkan umat dan akan menunjukkan cara meraih sebuah kebangkitan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lauraherniza.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lauraherniza.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lauraherniza.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lauraherniza.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lauraherniza.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lauraherniza.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lauraherniza.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lauraherniza.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lauraherniza.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lauraherniza.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lauraherniza.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lauraherniza.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lauraherniza.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lauraherniza.wordpress.com/263/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lauraherniza.wordpress.com&amp;blog=2437170&amp;post=263&amp;subd=lauraherniza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lauraherniza.wordpress.com/2009/10/04/taghyir-ekstra-parlemen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1184252a2c07bdb44d81ea4fe5fdb45b?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">lauraherniza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lauraherniza.files.wordpress.com/2009/10/350px-european-parliament-strasbourg-inside.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">350px-European-parliament-strasbourg-inside</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CATATAN KRITIS UNTUK ISLAM LIBERAL*</title>
		<link>http://lauraherniza.wordpress.com/2009/10/04/catatan-kritis-untuk-islam-liberal/</link>
		<comments>http://lauraherniza.wordpress.com/2009/10/04/catatan-kritis-untuk-islam-liberal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 03:52:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lauraherniza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lauraherniza.wordpress.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Meskipun kelahiran JIL (Jaringan Islam Liberal) Maret 2001 nampaknya membawa hal baru bagi sebagian orang, namun sesungguhnya ia bukanlah sama sekali baru. Agenda-agenda JIL sesungguhnya adalah kepanjangan imperialisme Barat? atas Dunia Islam yang sudah berlangsung sekitar 2-3 abad terakhir. Hanya &#8230; <a href="http://lauraherniza.wordpress.com/2009/10/04/catatan-kritis-untuk-islam-liberal/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lauraherniza.wordpress.com&amp;blog=2437170&amp;post=260&amp;subd=lauraherniza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-259" title="LiberalParty" src="http://lauraherniza.files.wordpress.com/2009/10/liberalparty.jpg?w=150&#038;h=150" alt="LiberalParty" width="150" height="150" /></p>
<p>Meskipun kelahiran JIL (Jaringan Islam Liberal) Maret 2001 nampaknya membawa hal baru bagi sebagian orang, namun sesungguhnya ia bukanlah sama sekali baru. Agenda-agenda JIL sesungguhnya adalah kepanjangan imperialisme Barat? atas Dunia Islam yang sudah berlangsung sekitar 2-3 abad terakhir. Hanya saja, bentuknya memang tidak lagi telanjang, tetapi mengatasnamakan Islam. Jadi istilah â€œIslam Liberalâ€? bukanlah suatu kebetulan, namun sebuah istilah yang dipilih dengan sengaja untuk mengurangi kecurigaan umat Islam dan sekaligus untuk menobatkan diri (sendiri) bahwa â€œIslam Liberalâ€? adalah bagian dari Islam, seperti halnya jenis-jenis pemahaman Islam lainnya (<a href="http://www.islamlib.com/">www.islamlib.com</a>). Sesungguhnya â€œIslam Liberalâ€? adalah peradaban Barat yang diartikulasikan dengan bahasa dan idiom-idiom keislaman. Islam hanyalah kulit atau kemasan. Namun saripati atau substansinya adalah peradaban atau ideologi Barat, bukan yang lain.<span id="more-260"></span></p>
<p>Untuk membuktikan deklarasi di atas, baiklah kita lihat dua dasar argumentasinya. Yaitu : (1) hakikat imperalisme itu sendiri, dan (2) kerangka ideologi Barat (kapitalisme). Pemahaman hakikat imperialisme akan menjadi landasan untuk memilah apakah suatu agenda termasuk aksi imperalisme atau bukan. Sedang kerangka ideologi kapitalisme, akan menjadi dasar untuk menilai apakah sebuah pemikiran termasuk dalam ideologi kapitalisme atau bukan, atau untuk mengevaluasi sebuah metode berpikir, apakah ia metode berpikir kapitalistik atau bukan.</p>
<p><strong>Imperalisme</strong><br />
Imperialisme (al-istiâ€™mar) itu sendiri, menurut Taqiyuddin An-Nabhani dalam kitabnya Mafahim Siyasiyah li Hizb At-Tahrir (1969:13) adalah pemaksaan dominasi politik, militer, budaya dan ekonomi atas negeri-negeri yang dikalahkan untuk kemudian dieksploitasi. Dua kata kunci imperialisme yang patut dicatat : pemaksaan dominasi, dan eksploitasi. Maka jika sebuah negara melakukan aksi imperalisme atas negara lain, artinya, negara penjajah itu akan memaksakan kehendaknya? kepada negara lain, sehingga negara yang dijajah itu mau tak mau harus mengikuti negara penjajah dalam hal haluan politik, program ekonomi rancangannya, budaya dan cara berpikirnya, serta pembatasan dan penggunaan sarana militernya. Semua ini adalah demi keuntungan negara penjajah sendiri. Jika negara yang dijajah menolak atau melawan, ia akan mendapat sanksi dan hukuman dari sang penjajah. Inilah hakikat imperialisme.</p>
<p>Imperialisme ini, menurut An-Nabhani (1969:13), adalah metode (thariqah) baku –tak berubah-ubah– untuk menyebarluaskan ideologi kapitalisme, yang berpangkal pada sekularisme, atau pemisahan agama dari kehidupan (fashl al-din â€?an al-hayah). Tak mungkin ada penyebarluasan kapitalisme, kecuali melalui jalan imperialisme. Atau dengan kata lain, manakala negara penganut kapitalisme ingin menancapkan cengkeramannya pada negara lain, ia akan melakukan aksi-aksi imperialisme dalam segala bentuknya, baik dalam aspek politik, militer, budaya, dan ekonomi. Berhasil tidaknya aksi imperalisme ini, diukur dari sejauh mana ideologi kapitalisme tertanam dalam jiwa penduduk negeri jajahan dan sejauh mana negara penjajah mendapat manfaat dari aksi penjajahannya itu. Jika penduduk negeri jajahan sudah mengimani kapitalisme â€“yang berpangkal pada paham sekularisme–? atau dari negeri itu dapat diambil berbagai keuntungan bagi kepentingan imperialis, berarti aksi imperialisme telah sukses.</p>
<p><strong>Kerangka Ideologi Kapitalisme</strong><br />
Kapitalisme pada dasarnya adalah nama sistem ekonomi yang diterapkan di Barat. Milton H. Spencer (1977) dalam Contemporary Macro Economics mengatakan bahwa kapitalisme adalah sistem organisasi ekonomi yang bercirikan kepemilikan individu atas sarana produksi dan distribusi, serta pemanfaatan sarana produksi dan distribusi itu untuk memperoleh laba dalam mekanisme pasar yang kompetitif (lihat juga A. Rand, Capitalism: The Unknown Ideal, New York : A Signet Book, 1970). Karena fenomena ekonomi ini sangat menonjol dalam peradaban Barat, maka, menurut Taqiyyudin An Nabhani, kapitalisme kemudian digunakan juga untuk menamai ideologi yang ada di negara-negara Barat, sebagai sistem sosial yang menyeluruh (An Nabhani, Nizham Al-Islam, 2001:26; W. Ebenstein, Isme-Isme Dewasa Ini? (terjemahan), Jakarta : Erlangga, 1990).</p>
<p>Sebagai sebuah ideologi (Arab : mabdaâ€™), kapitalisme mempunyai aqidah (ide dasar) dan ide-ide cabang yang dibangun di atas aqidah tersebut. Aqidah di sini dipahami sebagai pemikiran menyeluruh (fikrah kulliyah) tentang alam semesta, manusia, dan kehidupan, serta tentang apa yang ada sebelum dan sesudah kehidupan dunia, serta hubungan kehidupan dunia dengan apa yang ada sebelum dan sesudah kehidupan dunia. Aqidah kapitalisme adalah pemisahan agama dari kehidupan (sekularisme), sebuah ide yang muncul di Eropa sebagai jalan tengah antara dua ide ekstrem, yaitu keharusan dominasi agama (Katolik) dalam segala aspek kehidupan, dan penolakan total eksistensi agama (Katolik). Akhirnya, agama tetap diakui eksistensinya, hanya saja perannya dibatasi pada aspek ritual, tidak mengatur urusan kehidupan seperti politik, ekonomi, sosial, dan sebagainya (An-Nabhani, 2001:28).</p>
<p>Di atas aqidah (ide dasar) sekularisme ini, dibangunlah berbagai ide cabang dalam ideologi kapitalisme, seperti demokrasi dan kebebasan. Ketika cabang agama sudah dipisahkan dari kehidupan, berarti agama dianggap tak punya otoritas lagi untuk mengatur kehidupan. Jika demikian, maka manusia itu sendirilah yang mengatur hidupnya, bukan agama. Dari sinilah lahir demokrasi, yang berpangkal pada ide menjadikan rakyat sebagai sumber kekuasaan-kekuasaan (legislatif, eksekutif, yudikatif) sekaligus pemilik kedaulatan (pembuat hukum) (An-Nabhani, 2001:27).</p>
<p>Demokrasi ini, selanjutnya membutuhkan prasyarat kebebasan. Sebab tanpa kebebasan, rakyat tidak dapat mengekspresikan kehendaknya dengan sempurna, baik ketika rakyat berfungsi sebagai sumber kekuasaan, maupun sebagai pemilik kedaulatan. Kebebasan ini dapat terwujud dalam kebebasan beragama (hurriyah al-aqidah), kebebasan kepemilikan (hurriyah at-tamalluk), kebebasan berpendapat? (hurriyah al-ar`y), dan kebebasan berperilaku (al-hurriyah asy-syakhshiyyah) (Abdul Qadim Zallum, Ad-Dimuqrathiyah Nizham Kufr, 1993).</p>
<p><strong>Mengkritisi JIL</strong><br />
Paparan dua pemikiran di atas, yaitu tentang imperialisme dan kerangka ideologi kapitalisme, dimaksudkan sebagai pisau analisis untuk membedah JIL, untuk menjawab pertanyaan : Benarkah agenda-agenda JIL adalah kepanjangan imperialisme Barat ? Benarkah ide-ide JIL adalah ideologi? kapitalisme berkedok Islam ?</p>
<p>Jawabnya : IYA. Mengapa ? Sebab agenda-agenda dan ide-ide JIL dapat dipahami dalam kerangka kepanjangan imperalisme Barat atas Dunia Islam. Selain itu, ide-ide JIL itu sendiri, dapat dipahami sebagai ide-ide pokok dalam ideologi kapitalisme, yang kemudian dicari-cari pembenarannya dari khazanah Islam.</p>
<p>Mereka yang mencermati dan mengkritisi agenda dan pemikiran JIL, kiranya akan menemukan benang merah antara imperialisme Barat dan agenda JIL. Adian Husaini dan Nuim Hidayat dalam bukunya Islam Liberal : Sejarah, Konsepsi, Penyimpangan, dan Jawabanya (2002:3) mengutip Luthfi Asy-Syaukanie, bahwa setidaknya ada empat agenda utama Islam Liberal, yaitu agenda politik, agenda toleransi agama, agenda emansipasi wanita, dan agenda kebebasan berekpresi. Dalam agenda politik, misalnya, kaum muslimin â€œdiarahkanâ€? oleh JIL untuk mempercayai sekularisme, dan menolak sistem pemerintahan Islam (Khilafah). Perdebatan sistem pemerintahan Islam, kata Luthfi Asy-Syaukanie, dianggap sudah selesai, karena sudah ada para intelektual seperti Ali Abdur Raziq (Mesir), Ahmad Khalafallah (Mesir), Mahmud Taleqani (Iran), dan Nurcholish Madjid (Indonesia) yang mengatakan bahwa persoalan tersebut adalah masalah itjihadi dan diserahkan sepenuhnya kepada kaum muslimin (Ibid.).</p>
<p>Pertanyaannya adalah, sejak kapan kaum muslimin menganggap persoalan ini â€œsudah selesaiâ€?? ? Apakah sejak Ali Abdur Raziq menulis kitabnya Al-Islam wa Ushul Al-Hukm (1925) yang sesungguhnya adalah karya orientalis Inggris Thomas W. Arnold ? Apakah sejak Khilafah di Turki dihancurkan pada tahun 1942 oleh gembong imperalis, Inggris, dengan menggunakan Mustahafa kamal ? Apakah sejak negara-negara imperalis melalui penguasa-penguasa Dunia Islam yang kejam menumpas upaya mewujudkan kembali sistem pemerintahan Islam ? Dan juga, apakah nama-nama intelektual yang disebut Luthfi cukup respresentatif mewakili umat Islam seluruh dunia di sepanjang masa, ataukah mereka justru menyuarakan aspirasi penjajah ?</p>
<p>Yang ingin disampaikan adalah, persoalan hubungan agama dan negara, memang boleh dikatakan sudah selesai, di negara-negara Barat. Namun persoalan ini jelas belum selesai di Dunia Islam (Th. Sumartana, â€œKata Pengantarâ€? dalam Robert Audi, Agama dan Nalar Sekuler dalam Masyarakat Liberal, 2002:xvii-xviii). Dari sini dapat dipahami, bahwa tugas JIL adalah membuat selesai persoalan yang belum selesai ini. Maka ada kesejajaran antara agenda politik JIL ini dengan aksi imperliasme Barat, yang selalu memaksakan sekularisme atas Dunia Islam dengan kekerasan dan darah.</p>
<p>Agenda-agenda lainnya di bidang toleransi (pluralisme agama), misalnya anggapan semua agama benar dan tak? boleh ada truth claim, agenda emansipasi wanita, seperti menyamaratakan secara absolut peran atau hak pria dan wanita tanpa kecuali (dan tanpa ampun), dan agenda kebebasan berekspresi, seperti hak untuk tidak beragama (astaghfirullah), tak jauh bedanya dengan agenda politik di atas. Semua ide-ide ini pada ujung-ujungnya, pada muaranya, kembali kepada ideologi dan kepentingan imperialis. Sulit sekali –untuk tak mengatakan? mustahilâ€”mencari akar pemikiran-pemikiran tersebut dari Islam itu sendiri secara murni, kecuali setelah melalui pemerkosaan teks-teks Al-Qurâ€™an dan As- Sunnah. Misalnya teologi pluralisme yang menganggap semua agama benar, sebenarnya berasal dari hasil Konsili Vatikan II (1963-1965) yang merevisi prinsip extra ecclesium nulla salus (di luar Kattolik tak ada keselamatan) menjadi teologi inklusif-pluralis, yang menyatakan keselamatan dimungkinkan ada di luar Katolik. (Husaini &amp; Hidayat, op.cit., hal.110-111). Infiltrasi ide tersebut ke tubuh umat Islam dengan justifikasi QS Al-Baqarah : 62 dan QS Al-Maidah : 69 jelas sia-sia, karena kontradiktif dengan ayat-ayat yang menegaskan kebatilan agama selain Islam (QS Ali Imran : 19, QS At-Taubah : 29).</p>
<p>Agenda-agenda JIL tersebut jika dibaca dari perspektif kritis, menurut Adian Husaini dan Nuim Hidayat, bertujuan untuk menghancurkan Aqidah Islamiyah dan Syariah Islamiyah (Ibid., hal.81 &amp; 131). Tentunya mudah dipahami, bahwa setelah Aqidah dan Syariah Islam hancur, maka sebagai penggantinya adalah aqidah penjajah (sekularisme) dan syariah penjajah (hukum positif warisan penjajah yang sekularistik). Di sinilah titik temu agenda JIL dengan proyek imperalisme Barat. Maka, sungguh tak berlebihan kiranya jika dikatakan bahwa agenda JIL adalah kepanjangan imperalisme global atas Dunia Islam yang dijalankan negara-negara Barat kapitalis, khususnya Amerika Serikat.</p>
<p>Ini dari segi kaitan agenda JIL dengan imperialisme. Adapun ide-ide JIL itu sendiri, maka berdasarkan kerangka ideologi kapitalisme yang telah disinggung secara singkat diatas, dapatlah kiranya dinyatakan bahwa ide-ide JIL sesungguhnya adalah ide-ide kapitalisme. Luthfi Asy-Syaukanie (ed.) dalam Wajah Liberal Islam di Indonesia (2002) telah berhasil menyajikan deskripsi dan peta ide-ide JIL. Jika dikritisi, kesimpulannya adalah di sana ada banyak imitasi (baca:taqlid) sempurna terhadap ideologi kapitalisme. Tentu ada kreativitas dan modifikasi. Khususnya pencarian ayat atau hadits atau preseden sejarah yang kemudian ditafsirkan secara paksa agar cocok dengan kapitalisme.</p>
<p>Ide-ide kapitalisme itu misalnya : (1) sekularisme, (2) demokrasi, dan (3) kebebasan. Dukungan kepada sekularisme â€“pengalaman partikular Baratâ€” nampak misalnya dari penolakan terhadap bentuk sistem pemerintahan Islam (Ibid., hal. xxv), dan penolakan syariat Islam (Ibid., hal.30). Demokrasi pun begitu saja diterima tanpa nalar kritis dan dianggap kompetibel dengan nilai-nilai Islam seperti â€?adl (keadilan), persamaan (musawah), dan syura (Ibid., hal. 36). Kebebasan yang absolut tanpa mengenal batas â€“yang nampaknya? sangat disakralkan JILâ€“didukung dalam banyak statemen dengan beraneka ungkapan : â€œtidak boleh ada pemaksaan jilbabâ€? (Ibid., hal. 129), â€œharus ada kebebasan tidak beragamâ€? (Ibid., hal. 135), â€œorang beragama tidak boleh dipaksa.â€? (Ibid., hal. 139 &amp; 142), dan sebagainya.</p>
<p>Kentalnya ide-ide pokok kapitalisme dan berbagai derivatnya ini, masih ditambah dengan suatu metode berpikir yang kapitalistik pula, yaitu menjadikan ideologi kapitalisme sebagai standar pemikiran. Ide-ide? kapitalisme diterima lebih dulu secara taken for granted. Kapitalisme dianggap benar lebih dulu secara absolut, tanpa pemberian peluang untuk didebat (ghair qabli li an-niqasy) dan tanpa ada kesempatan untuk diubah (ghair qabli li at-taghyir). Lalu ide-ide kapitalisme itu dijadikan cara pandang (dan hakim!) untuk menilai dan mengadili Islam. Konsep-konsep Islam yang dianggap sesuai dengan kapitalisme akan diterima. Tapi sebaliknya kalau bertentangan dengan kapitalisme, akan ditolak dengan berbagai dalih. Misalnya penolakan JIL terhadap konsep dawlah islamiyah (negara Islam) (Ibid., hal. 291), yang berarti konsep ini dihakimi dan diadili dengan persepktif sekuler yang merupakan pengalaman sempit dan partikular dari Barat. Padahal sekularisme adalah konsep lokal (Barat), dan tidak bisa dipaksakan secara universal atas Dunia selain-Barat Th, Sumartana mengatakan :</p>
<p>â€œApa yang sudah terjadi di Barat sehubungan dengan hubungan antara agama dan negara, sesungguhnya dari awal bercorak lokal dan berlaku terbatas, tidak universal. Dan prinsip-prinsip yang dilahirkannya bukan pula bisa dianggap sebagai resep mujarab untuk mengobati komplikasi yang terjadi antara negara dan agama di bagian dunia yang lain.â€? (Th. Sumartana, â€œKata Pengantarâ€? dalam Robert Audi, Agama dan Nalar Sekuler dalam Masyarakat Liberal,? 2002:xiv).</p>
<p>Dan patut dicatat, sekularisme tak pernah menjadi konsep yang berlaku di Dunia Islam seperti saat ini, kecuali melalui jalan imperalisme Barat yang kejam, penuh darah, dan tak mengenal perikemanusian.</p>
<p><strong>Penutup </strong><br />
Kesimpulan paling sederhana dari uraian di atas adalah bahwa agenda-agenda JIL tak bisa dilepaskan dari imperalisme Barat atas Dunia Islam. Ide-ide yang diusung JIL pun sebenarnya palsu, karena yang ditawarkan adalah kapitalisme, bukan Islam. Agar laku, lalu diberi label Islam. Islam hanya sekedar simbol, bukan substansi ide JIL. Jadi JIL telah menghunus dua pisau yang akan segera ditusukkan ke tubuh umat Islam, yaitu pisau politis dan pisau ideologis. Semua itu untuk menikam umat, agar umat Islam kehabisan darah (baca:karakter Islamnya) lalu bertaqlid buta kepada JIL dengan menganut peradaban Barat.</p>
<p>Jika memang dapat dikatakan bahwa JIL adalah bagian dari proyek imperalisme Barat, maka JIL sebenarnya mengarah ke jalan buntu.? Tidak ada perubahan apa pun. Tidak ada transformasi apa pun. Sebab yang ada adalah legitimasi terhadap dominasi dan hegemoni kapitalisme (yang, toh, sudah berlangsung). Dan pada saat yang sama, yang ada adalah pementahan dan penjegalan perjuangan umat untuk kembali kepada Islam yang hakiki, yang terlepas dari hegemoni kapitalisme.</p>
<p>Jadi, Anda masih percaya JIL ? Kalau begitu, saya ucapkan selamat jalan menuju jalan buntu. Semoga tidak nabrak. [<em>Muhammad Shiddiq Al Jawi</em>**]<br />
- – &#8211; – -<br />
*? Disampaikan dalam Seminar Nasional dan Bedah Buku â€œWajah Liberal Islam di Indonesiaâ€?, diselenggarakan oleh HMJ Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro, di Auditorium UNDIP Pleburan, Semarang, pada hari Selasa 8 Oktober 2002.<br />
**? Aktivis Hizbut Tahrir.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lauraherniza.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lauraherniza.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lauraherniza.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lauraherniza.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lauraherniza.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lauraherniza.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lauraherniza.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lauraherniza.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lauraherniza.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lauraherniza.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lauraherniza.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lauraherniza.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lauraherniza.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lauraherniza.wordpress.com/260/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lauraherniza.wordpress.com&amp;blog=2437170&amp;post=260&amp;subd=lauraherniza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lauraherniza.wordpress.com/2009/10/04/catatan-kritis-untuk-islam-liberal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1184252a2c07bdb44d81ea4fe5fdb45b?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">lauraherniza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lauraherniza.files.wordpress.com/2009/10/liberalparty.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">LiberalParty</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maria Ozawa, Pornografi, dan Remaja Islam</title>
		<link>http://lauraherniza.wordpress.com/2009/10/04/maria-ozawa-pornografi-dan-remaja-islam/</link>
		<comments>http://lauraherniza.wordpress.com/2009/10/04/maria-ozawa-pornografi-dan-remaja-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 03:18:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lauraherniza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin GI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lauraherniza.wordpress.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini Miyabi alias Maria Ozawa udah bikin kontroversi seputar rencana kedatangannya ke Indonesia. Siapa Maria Ozawa dan apa keperluannya datang ke Indonesia? Maria Ozawa ini meski ada nama “zawa” bukanlah orang Jawa (halah, apa hubungannya?), tapi wong Jepang, Bro. &#8230; <a href="http://lauraherniza.wordpress.com/2009/10/04/maria-ozawa-pornografi-dan-remaja-islam/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lauraherniza.wordpress.com&amp;blog=2437170&amp;post=249&amp;subd=lauraherniza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-252" title="logo-gi-3" src="http://lauraherniza.files.wordpress.com/2009/10/logo-gi-3.jpg?w=150&#038;h=36" alt="logo-gi-3" width="150" height="36" /></p>
<p style="text-align:justify;">Akhir-akhir ini Miyabi alias Maria Ozawa udah bikin kontroversi seputar rencana kedatangannya ke Indonesia. Siapa Maria Ozawa dan apa keperluannya datang ke Indonesia? Maria Ozawa ini meski ada nama “zawa” bukanlah orang Jawa (halah, apa hubungannya?), tapi <em>wong</em> Jepang, Bro. Di negeri asalnya dan oleh para penggemarnya di seluruh dunia doi terkenal sebagai bintang film porno. Nah, rencana kedatangannya nanti pada tanggal 15 Oktober 2009, menurut ‘gosip’ di media massa yang udah berkembang sih Miyabi akan memenuhi undangan dari Maxima Picture untuk syuting film terbaru yang skenarionya ditulis Raditya Dika dengan judul “Menculik Miyabi”. Film ini menceritakan tiga orang mahasiswa yang terobsesi dengan arti film porno asal Jepang tersebut. Ketiga mahasiswa itu ingin menculik Miyabi ketika mereka tahu artis tersebut berada di Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak pertengahan September lalu udah heboh media massa ngeberitain rencana kedatangan Miyabi. Sampe-sampe MUI juga udah menolak rencana kedatangan artis film porno dari negerinya pemain sepakbola klub Espanyol, Shunsuke Nakamura ini. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan tujuan kedatangan <em>Miyabi</em> ke Indonesia harus ditelusuri. “Kalau dia (Miyabi) mau datang ke Indonesia, dilihat dulu tujuannya apa. Kalau mau main film porno ya kita tolak dengan tegas karena merusak kepribadian bangsa ini,” kata Ketua MUI, Amidhan Shaberah kepada VIVAnews, Kamis 24 September 2009.<span id="more-2852"> </span></p>
<p style="text-align:justify;">“Sebaiknya janganlah menggunakan bintang <em>porno</em> itu. Walaupun filmnya tidak <em>porno</em> tapi kan bintangnya <em>porno</em>. Kecuali kalau sudah berhenti jadi bintang <em>porno</em>,” kata Ketua MUI Ma’ruf Amin saat dihubungi detikcom, Jumat (18/9/2009, detiknews.com)</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut beliau, meski film yang akan dibintangi <strong>Miyabi</strong> itu bukan film <em>porno</em>, tapi citra di masyarakat sudah terbentuk bahwa <strong>Miyabi</strong> adalah bintang <em>porno</em>. Masyarakat akan punya kesan kurang baik terhadap film tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Oya, selain yang menolak kedatangannya, yang dukung juga ada lho. Dari diskusi-diskusi yang beredar di internet melalui mailing list, blog dan website memang terjadi pro-kontra. Sebagian dari mereka yang kontra berpendapat bahwa dengan menerima kedatangan Miyabi, berarti menyetujui apa yang dilakukan artis film porno itu. Memberikan ijin untuk datang dan bermain film di sini, secara tidak langsung menghormati dan mengamini profesi yang selama ini dijalani Miyabi. Dengan menolaknya, setidaknya kita tidak setuju dengan perbuatannya. Demikian intisari pendapat yang berserakan di internet yang menolak kedatangan Miyabi.</p>
<p style="text-align:justify;">Lain lagi dengan yang mendukung. Di antara mereka ada yang beranggapan bahwa Raditya Dika (penulis buku “Kambing Jantan” dan juga rencananya menjadi pemain utama di film yang akan dibuatnya dengan judul “Menculik Miyabi”) itu orangnya kreatif. Karena judul filmnya menyisipkan nama Miyabi, maka Raditya Dika dan Maxima Picture berencana menghadirkan langsung artis tersebut. Jadi wajar menurut mereka. Sebagian lagi berpendapat bahwa jangan sampe diskriminasi. Yang dibenci kan perbuatannya, bukan orangnya. Demikian kesimpulan pendapat dari mereka yang mendukung rencana kedatangan Miyabi. BTW, sekadar tahu aja, meski Miyabi artis porno, tapi doi ngelarang sang pacar menonton film dirinya. Lho, kok?<span id="more-249"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Terus, ngapain kita ngebahas di buletin gaulislam ini? Hehehe.. awalnya saya juga nggak mau ikut-ikutan ngeramein yang beginian. Tapi untuk memberikan informasi dari sudut pandang Islam berkaitan dengan masalah ini, maka gaulislam ‘kepaksa’ deh ikutan juga bahas. Mudah-mudahan ada manfaatnya dan mampu mendudukkan persoalan sebagaimana mestinya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Ini negara sekuler, Bro!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di negeri kapitalis nan sekuler ini, kita dituntut untuk lebih banyak ‘memaklumi’ dan mungkin saja kudu kompromi dengan kondisi yang ada. Maklum, sekularisme membolehkan orang untuk berprinsip permisif alias serba boleh bahkan silakan saja jika mau memeluk erat budaya <em>hedonisme</em>. Sah-sah saja dalam aturan sekularisme. Tak boleh ada yang ngelarang dan tak boleh ada yang cerewet ngomongin.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu sebabnya, tak elok dalam pandangan sekularisme jika kita petantang-petenteng untuk memaksa orang lain tunduk dengan keinginan kita. Termasuk kasus hendaknya datangnya artis porno asal Jepang bernama Miyabi, atas nama HAM dan demokrasi, sangat boleh jadi yang mengundangnya akan nekat jalan terus meski banyak yang protes. Iya nggak sih?</p>
<p style="text-align:justify;">Sobat muda muslim, kayaknya kudu pada sadar bahwa selain kasus Miyabi ini, pornografi udah bejibun banget di sini. Kita emang prihatin, sedih, dan sekaligus kesal dengan kenyataan ini. Karena setiap hari kita nyaris digempur dengan banyaknya visualisasi dan bacaan bernuansa pornografi dan pornoaksi.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini nggak boleh dibiarin. Harus segera dicari solusinya. Nah, satu-satu jalan supaya bisa tenang dalam hidup ini adalah dengan menggusur sekularisme dari kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Lalu menghadirkan Islam sebagai ideologi negara. Tanpa itu, aksi maksiat akan tetap marak, dan aksi dari sebagian kalangan umat Islam yang sudah kesal karena maksiat dibiarkan, akan terus digelar. Betul ndak?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Nggak tahu, ya belajar yuk!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Emang sih, nggak semua dari kita nyadar kalo kita nih berada dalam kehidupan yang sekuler. Sebetulnya ketidaksadaran sebagian temen-temen juga tentang kondisi kehidupan saat ini adalah akibat dari praktik sekularisme yang udah diterapkan sejak lama. Misalnya nih, tanpa sadar orang jadi nafsi-nafsi alias nggak mau mikirin kehidupan orang lain. Egois banget gitu lho. Karena mereka menganggap bahwa urusan orang lain ya bukan urusan dirinya. Maka, jangan heran dong kalo kini banyak orang nggak mau dicampuri urusannya oleh orang lain. Jadinya ya, yang ngasih nasihat tuh kalo nggak diancem ya diiemin aja kayak dengerin radio butut. Masuk telinga kanan, keluar telinga kiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Sobat, saya pernah dapetin keterangan dari salah seorang guru ngaji saya yang menyampaikan pendapat seorang ulama tentang tipe-tipe orang yang bisa kita temukan dalam kehidupan ini. Pertama, orang yang tahu dan dia tahu kalo dirinya tahu. Kelompok ini insya Allah bisa diajak berpikir. Malah tinggal bergandengan bersama untuk menciptakan kebaikan. Kedua, orang yang tahu kalo dirinya tidak tahu. Nah, ini relatif mudah untuk diajak baik. Sebab, dia udah tahu kalo dirinya nggak tahu. Maka caranya harus diajak belajar. Ketiga, orang yang tidak tahu kalo dirinya tahu. Orang-orang model gini kudu disadarkan tentang kondisi dirinya. Diingatkan tentang potensi yang dimilikinya. Keempat, orang yang tidak tahu kalo dirinya tidak tahu. Walah, ini namanya lumayan ngeyel dan parah. Apalagi kalo sampe doi sok tahu. Maka perlakuannya, orang-orang model gini kudu diajak supaya mau sadar dan belajar agar mampu mengolah pikir dan rasanya. Dari yang tadinya nggak tahu jadi tahu, gitu lho. Nah, setelah ngukur diri, kita masuk ke golongan yang mana nih?</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Boys and gals</em>, lagian nih, secara naluri aja kita malu nggak sih kalo keluar rumah nggak berpakaian? Kita belum bilang ini dilarang menurut agama dan dianggap biasa oleh sekularisme. Tapi kita pake alam pikiran kita sendiri sebagai manusia. Idealnya, manusia normal, gimana pun kurang ilmunya, kemungkinan besar ia akan malu jika keluar rumah telanjang. Apalagi jika kemudian ia melihat dan membandingkan dengan orang lain yang justru ada juga yang berpakaian rapi menutup aurat. Minimal banget, dia tuh heran dan berpikir: “Kok ada ya yang pake baju lengkap menutup aurat? Kenapa saya malah berpakaian seperti ini?” Wah, kalo udah bisa berpikir kayak gini T.O.P dah. Dua jempol buat doi.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, memang sih, nggak bisa nyalahin seratus persen akibat sekularisme kita jadi rusak. Sebab, kenyataannya, sekularisme terus diterapkan, tapi banyak juga yang melawannya. Kenapa bisa begitu? Karena mereka yang melawan sekularisme mau belajar. Sebab, dengan belajar paling nggak kita dapetin tiga aspek. Pertama, aspek koginitif alias ilmu pengetahuan. Tadinya kita nggak tahu, tapi dengan belajar akhirnya jadi tahu. Kedua, aspek afektif alias perasaan (emosional). Sebelum belajar kita adalah orang yang penakut, tapi begitu belajar tentang keberanian akhirnya jadi pemberani. Tadinya tidak mau mengenakan pakaian yang menutup aurat, akhirnya jadi mau karena pas belajar dikasih tahu manfaat dan juga hukum-hukumnya terkait dengan ajaran agama kita. Ketiga, keuntungan lain dari belajar adalah berkembangnya aspek psikomotorik alias keterampilan. Tadinya nggak bisa, jadi bisa. Pilihan ada di tangan kita: Mau belajar atau mau tetap hidup semau gue dengan aturan yang suka-suka kita tanpa dibimbing kebenaran mutlak, yakni dengan aturan dari Allah Swt. dan RasulNya?</p>
<p style="text-align:justify;"><em>So</em>, buat kita-kita semua, yuk kita belajar. Sebab, dengan belajar kita bisa dapetin ilmu. Allah Swt. memuji orang-orang yang beriman dan berilmu lho. Firman Allah Swt.: <em>“…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”</em> <strong>(QS al-Mujaadilah [58]: 11)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sabda Rasulullah saw.: <em>“Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang maka dia diberi pendalaman dalam ilmu agama. Sesungguhnya memperoleh ilmu hanya dengan belajar.”</em> <strong>(HR Bukhari)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sobat muda muslim, normalnya sih seseorang sebelum sampe ke tahap berpikir–yang dengannya bisa menentukan sikap dan tahu mana yang salah dan mana yang benar–sejatinya ia pasti melewati proses KLT alias <em>Knowing </em>(tahu), <em>Learning</em> (belajar), <em>and</em> <em>Thinking</em> (berpikir). Maka, buat yang nggak ngeh tentang pornografi, pasti sebetulnya ia tahu kalo ada perbedaan cara berpakaian dari orang-orang yang ada di sekitarnya. Ada yang membuka aurat dan malah ada yang tertutup rapat tubuhnya ketika keluar rumah. Idealnya, proses dia “tahu” atau <em>knowing</em> itu ditindaklanjuti dengan <em>learning</em> alias belajar. Bertanya kepada yang tahu mengapa ada yang berpakaian memperlihatkan keindahan tubuhnya dan malah ada yang menutup rapat potensi keindahan tubuhnya. Jangan cuek aja. Udah ngerasa beda, ya jangan berani beda tanpa ilmu. Waduh, nggak banget deh.</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya nih, bagi orang yang udah belajar rutin dan intensif, seiring dengan ilmu yang bertambah banyak, juga olah pikir dan rasanya yang kian bagus, maka dia insya Allah sampe ke tahap berpikir alias <em>thinking</em>. Di tahap ini, dia malah punya kelebihan. Selain mengamalkan ilmu dalam kehidupannya, juga ia mau ngajak orang lain agar sadar bahkan rela menanggung penderitaan agar orang lain sadar dan mengikuti ilmu yang diajarkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ilustrasi sederhana adalah: ketika kamu tahu kalo ada lubang di sebuah jalan. Maka ketika tahu kamu bakalan hati-hati melewati jalan tersebut. Karena sering lewat situ, akhirnya kamu belajar bagaimana caranya menghindari jalan itu meski pada malam hari. Kamu amati dan ingat tempat mana saja yang lubangnya berbahaya. Terakhir, kalo kamu sampe ke tahap berpikir adalah ketika kamu mulai memasang papan peringatan demi keselamatan orang lain, misalnya: “Hati-hati ada lubang!” Bahkan lebih keren lagi kamu lapor ke aparat setempat untuk memperbaiki jalan berlubang tersebut karena bisa membahayakan orang lain. Keren banget kan? <em>So</em>, perubahan itu adalah proses. Kamu pasti bisa melewatinya. Yakin aja.</p>
<p style="text-align:justify;">Cuma masalahnya nih, proses itu aja belum cukup kalo belum ada kemauan. Bahkan mau aja belum maksimal kalo belum sadar. Jadi, sadar diri yuk. Cari tahu, biar nggak malu-maluin. Caranya, ya belajar biar tahu dan mau berpikir. Oke?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Membabat pornografi dan pornoaksi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kalo dibiarin aja nggak bakalan selesai-selesai. Lihat aja penanganan yang selama ini dilakukan oleh Kapitalisme-Sekularisme, malah menjadikan kebebasan sebagai <em>the way of life</em>. Ideologi macam apa itu? Kok malah bikin sengsara umat manusia?</p>
<p style="text-align:justify;">Sobat, sebagai sebuah ideologi, Islam punya cara penyelesaian terhadap masalah ini. Tentu, jika Islam diterapkan sebagai ideologi negara. Menurut Abdurrahman al-Maliki, “Barangsiapa yang mencetak atau menjual, atau menyimpan dengan maksud untuk dijual atau disebarluaskan, atau menawarkan benda-benda perhiasan yang dicetak atau ditulis dengan tangan, atau foto-foto serta gambar-gambar porno, atau benda-benda lain yang dapat menyebabkan kerusakan akhlak, maka pelakunya akan dikenakan sanksi penjara sampai 6 bulan.” (<em>Sistem Sanksi dalam Islam</em>, hlm. 288-289)</p>
<p style="text-align:justify;">Oya, hukuman tersebut termasuk dalam perkara <em>ta’zir</em> alias jenis dan bentuk hukumannya diserahkan kepada <em>qadhi</em> (hakim). Kalo emang tingkat bahayanya besar banget, bisa aja <em>qadhi</em> menghukum lebih lama atau bentuk hukuman lain, misalnya dicambuk.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan yang lebih gampang, lakukan mulai dari diri sendiri dan orang-orang terdekat kita: temen, keluarga. Tentu kita nggak mau kan diri dan lingkungan kita rusak karena racun pornografi. Percaya deh, pornografi nggak ada gunanya. Nggak perlu tuh ngintip-ngintip penasaran sama yang namanya pornografi. Jangan sampe kita berkoar-koar tentang pornografi tapi kalo nemu di depan mata diembat juga. <em>Naudzubillah min dzalik.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kapan dan di mana pun kita menemukan media yang berbau pornografi, jangan ragu-ragu untuk menghancurkannya (atau minimal meninggalkannya, cuekkin aja dah).. Jaga diri, jaga keluarga, dan teman-teman kita. Saling mengawasi dan mengingatkan bukan berarti ikut campur urusan orang lho, tapi kita menjaga diri dan lingkungan untuk menghindari kerusakan dan maksiat. Ok, guys?</p>
<p style="text-align:justify;">BTW, kalo nanti Islam udah diterapkan sebagai ideologi negara, mereka yang ada di pedalaman seperti di Papua dan suku dayak lainnya, nggak bakalan dijadikan sebagai obyek wisata lho. Nggak kayak sekarang, mereka dianggap sebagai warisan budaya bangsa. Itu dzalim, karena seharusnya pemerintah memberikan pembinaan dan mendakwahi mereka agar mau hidup lebih mulia. Tapi nyatanya, malah dipelihara agar tetap jahiliyah seperti itu. Kasihan banget kan?</p>
<p style="text-align:justify;">Oya, untuk kasus Maria Ozawa alias Miyabi, cuekkin aja dah. Sadar diri aja buat kita semua sebagai remaja muslim. Masalah doi belum seberapa. Jangan jadi fokus perhatian. Masalah utamanya adalah sistem kapitalisme-sekularisme dengan instrumen demokrasilah yang sudah menjadikan sebagian dari kita keropos kepibadiannya dan bejat akhlaknya. Mari, kita mengubah kondisi ini dengan Islam. Lebih cepat lebih baik untuk terapkan syariat Islam! Harus Pro dakwah Islam dan Lanjutkan perjuangan tegaknya Khilafah Islamiyah ini. Tetap semangat! <strong>[osolihin: osolihin@gaulislam.com | http://osolihin.com]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Akhir-akhir ini Miyabi alias Maria Ozawa udah bikin kontroversi seputar rencana kedatangannya ke Indonesia. Siapa Maria Ozawa dan apa keperluannya datang ke Indonesia? Maria Ozawa ini meski ada nama “zawa” bukanlah orang Jawa (halah, apa hubungannya?), tapi <em>wong</em> Jepang, Bro. Di negeri asalnya dan oleh para penggemarnya di seluruh dunia doi terkenal sebagai bintang film porno. Nah, rencana kedatangannya nanti pada tanggal 15 Oktober 2009, menurut ‘gosip’ di media massa yang udah berkembang sih Miyabi akan memenuhi undangan dari Maxima Picture untuk syuting film terbaru yang skenarionya ditulis Raditya Dika dengan judul “Menculik Miyabi”. Film ini menceritakan tiga orang mahasiswa yang terobsesi dengan arti film porno asal Jepang tersebut. Ketiga mahasiswa itu ingin menculik Miyabi ketika mereka tahu artis tersebut berada di Jakarta.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Sejak pertengahan September lalu udah heboh media massa ngeberitain rencana kedatangan Miyabi. Sampe-sampe MUI juga udah menolak rencana kedatangan artis film porno dari negerinya pemain sepakbola klub Espanyol, Shunsuke Nakamura ini. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan tujuan kedatangan <em>Miyabi</em> ke Indonesia harus ditelusuri. “Kalau dia (Miyabi) mau datang ke Indonesia, dilihat dulu tujuannya apa. Kalau mau main film porno ya kita tolak dengan tegas karena merusak kepribadian bangsa ini,” kata Ketua MUI, Amidhan Shaberah kepada VIVAnews, Kamis 24 September 2009.<span id="more-2852"> </span></p>
<p style="text-align:justify;">“Sebaiknya janganlah menggunakan bintang <em>porno</em> itu. Walaupun filmnya tidak <em>porno</em> tapi kan bintangnya <em>porno</em>. Kecuali kalau sudah berhenti jadi bintang <em>porno</em>,” kata Ketua MUI Ma’ruf Amin saat dihubungi detikcom, Jumat (18/9/2009, detiknews.com)</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut beliau, meski film yang akan dibintangi <strong>Miyabi</strong> itu bukan film <em>porno</em>, tapi citra di masyarakat sudah terbentuk bahwa <strong>Miyabi</strong> adalah bintang <em>porno</em>. Masyarakat akan punya kesan kurang baik terhadap film tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Oya, selain yang menolak kedatangannya, yang dukung juga ada lho. Dari diskusi-diskusi yang beredar di internet melalui mailing list, blog dan website memang terjadi pro-kontra. Sebagian dari mereka yang kontra berpendapat bahwa dengan menerima kedatangan Miyabi, berarti menyetujui apa yang dilakukan artis film porno itu. Memberikan ijin untuk datang dan bermain film di sini, secara tidak langsung menghormati dan mengamini profesi yang selama ini dijalani Miyabi. Dengan menolaknya, setidaknya kita tidak setuju dengan perbuatannya. Demikian intisari pendapat yang berserakan di internet yang menolak kedatangan Miyabi.</p>
<p style="text-align:justify;">Lain lagi dengan yang mendukung. Di antara mereka ada yang beranggapan bahwa Raditya Dika (penulis buku “Kambing Jantan” dan juga rencananya menjadi pemain utama di film yang akan dibuatnya dengan judul “Menculik Miyabi”) itu orangnya kreatif. Karena judul filmnya menyisipkan nama Miyabi, maka Raditya Dika dan Maxima Picture berencana menghadirkan langsung artis tersebut. Jadi wajar menurut mereka. Sebagian lagi berpendapat bahwa jangan sampe diskriminasi. Yang dibenci kan perbuatannya, bukan orangnya. Demikian kesimpulan pendapat dari mereka yang mendukung rencana kedatangan Miyabi. BTW, sekadar tahu aja, meski Miyabi artis porno, tapi doi ngelarang sang pacar menonton film dirinya. Lho, kok?</p>
<p style="text-align:justify;">Terus, ngapain kita ngebahas di buletin gaulislam ini? Hehehe.. awalnya saya juga nggak mau ikut-ikutan ngeramein yang beginian. Tapi untuk memberikan informasi dari sudut pandang Islam berkaitan dengan masalah ini, maka gaulislam ‘kepaksa’ deh ikutan juga bahas. Mudah-mudahan ada manfaatnya dan mampu mendudukkan persoalan sebagaimana mestinya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Ini negara sekuler, Bro!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di negeri kapitalis nan sekuler ini, kita dituntut untuk lebih banyak ‘memaklumi’ dan mungkin saja kudu kompromi dengan kondisi yang ada. Maklum, sekularisme membolehkan orang untuk berprinsip permisif alias serba boleh bahkan silakan saja jika mau memeluk erat budaya <em>hedonisme</em>. Sah-sah saja dalam aturan sekularisme. Tak boleh ada yang ngelarang dan tak boleh ada yang cerewet ngomongin.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu sebabnya, tak elok dalam pandangan sekularisme jika kita petantang-petenteng untuk memaksa orang lain tunduk dengan keinginan kita. Termasuk kasus hendaknya datangnya artis porno asal Jepang bernama Miyabi, atas nama HAM dan demokrasi, sangat boleh jadi yang mengundangnya akan nekat jalan terus meski banyak yang protes. Iya nggak sih?</p>
<p style="text-align:justify;">Sobat muda muslim, kayaknya kudu pada sadar bahwa selain kasus Miyabi ini, pornografi udah bejibun banget di sini. Kita emang prihatin, sedih, dan sekaligus kesal dengan kenyataan ini. Karena setiap hari kita nyaris digempur dengan banyaknya visualisasi dan bacaan bernuansa pornografi dan pornoaksi.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini nggak boleh dibiarin. Harus segera dicari solusinya. Nah, satu-satu jalan supaya bisa tenang dalam hidup ini adalah dengan menggusur sekularisme dari kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Lalu menghadirkan Islam sebagai ideologi negara. Tanpa itu, aksi maksiat akan tetap marak, dan aksi dari sebagian kalangan umat Islam yang sudah kesal karena maksiat dibiarkan, akan terus digelar. Betul ndak?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Nggak tahu, ya belajar yuk!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Emang sih, nggak semua dari kita nyadar kalo kita nih berada dalam kehidupan yang sekuler. Sebetulnya ketidaksadaran sebagian temen-temen juga tentang kondisi kehidupan saat ini adalah akibat dari praktik sekularisme yang udah diterapkan sejak lama. Misalnya nih, tanpa sadar orang jadi nafsi-nafsi alias nggak mau mikirin kehidupan orang lain. Egois banget gitu lho. Karena mereka menganggap bahwa urusan orang lain ya bukan urusan dirinya. Maka, jangan heran dong kalo kini banyak orang nggak mau dicampuri urusannya oleh orang lain. Jadinya ya, yang ngasih nasihat tuh kalo nggak diancem ya diiemin aja kayak dengerin radio butut. Masuk telinga kanan, keluar telinga kiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Sobat, saya pernah dapetin keterangan dari salah seorang guru ngaji saya yang menyampaikan pendapat seorang ulama tentang tipe-tipe orang yang bisa kita temukan dalam kehidupan ini. Pertama, orang yang tahu dan dia tahu kalo dirinya tahu. Kelompok ini insya Allah bisa diajak berpikir. Malah tinggal bergandengan bersama untuk menciptakan kebaikan. Kedua, orang yang tahu kalo dirinya tidak tahu. Nah, ini relatif mudah untuk diajak baik. Sebab, dia udah tahu kalo dirinya nggak tahu. Maka caranya harus diajak belajar. Ketiga, orang yang tidak tahu kalo dirinya tahu. Orang-orang model gini kudu disadarkan tentang kondisi dirinya. Diingatkan tentang potensi yang dimilikinya. Keempat, orang yang tidak tahu kalo dirinya tidak tahu. Walah, ini namanya lumayan ngeyel dan parah. Apalagi kalo sampe doi sok tahu. Maka perlakuannya, orang-orang model gini kudu diajak supaya mau sadar dan belajar agar mampu mengolah pikir dan rasanya. Dari yang tadinya nggak tahu jadi tahu, gitu lho. Nah, setelah ngukur diri, kita masuk ke golongan yang mana nih?</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Boys and gals</em>, lagian nih, secara naluri aja kita malu nggak sih kalo keluar rumah nggak berpakaian? Kita belum bilang ini dilarang menurut agama dan dianggap biasa oleh sekularisme. Tapi kita pake alam pikiran kita sendiri sebagai manusia. Idealnya, manusia normal, gimana pun kurang ilmunya, kemungkinan besar ia akan malu jika keluar rumah telanjang. Apalagi jika kemudian ia melihat dan membandingkan dengan orang lain yang justru ada juga yang berpakaian rapi menutup aurat. Minimal banget, dia tuh heran dan berpikir: “Kok ada ya yang pake baju lengkap menutup aurat? Kenapa saya malah berpakaian seperti ini?” Wah, kalo udah bisa berpikir kayak gini T.O.P dah. Dua jempol buat doi.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, memang sih, nggak bisa nyalahin seratus persen akibat sekularisme kita jadi rusak. Sebab, kenyataannya, sekularisme terus diterapkan, tapi banyak juga yang melawannya. Kenapa bisa begitu? Karena mereka yang melawan sekularisme mau belajar. Sebab, dengan belajar paling nggak kita dapetin tiga aspek. Pertama, aspek koginitif alias ilmu pengetahuan. Tadinya kita nggak tahu, tapi dengan belajar akhirnya jadi tahu. Kedua, aspek afektif alias perasaan (emosional). Sebelum belajar kita adalah orang yang penakut, tapi begitu belajar tentang keberanian akhirnya jadi pemberani. Tadinya tidak mau mengenakan pakaian yang menutup aurat, akhirnya jadi mau karena pas belajar dikasih tahu manfaat dan juga hukum-hukumnya terkait dengan ajaran agama kita. Ketiga, keuntungan lain dari belajar adalah berkembangnya aspek psikomotorik alias keterampilan. Tadinya nggak bisa, jadi bisa. Pilihan ada di tangan kita: Mau belajar atau mau tetap hidup semau gue dengan aturan yang suka-suka kita tanpa dibimbing kebenaran mutlak, yakni dengan aturan dari Allah Swt. dan RasulNya?</p>
<p style="text-align:justify;"><em>So</em>, buat kita-kita semua, yuk kita belajar. Sebab, dengan belajar kita bisa dapetin ilmu. Allah Swt. memuji orang-orang yang beriman dan berilmu lho. Firman Allah Swt.: <em>“…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”</em> <strong>(QS al-Mujaadilah [58]: 11)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sabda Rasulullah saw.: <em>“Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang maka dia diberi pendalaman dalam ilmu agama. Sesungguhnya memperoleh ilmu hanya dengan belajar.”</em> <strong>(HR Bukhari)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sobat muda muslim, normalnya sih seseorang sebelum sampe ke tahap berpikir–yang dengannya bisa menentukan sikap dan tahu mana yang salah dan mana yang benar–sejatinya ia pasti melewati proses KLT alias <em>Knowing </em>(tahu), <em>Learning</em> (belajar), <em>and</em> <em>Thinking</em> (berpikir). Maka, buat yang nggak ngeh tentang pornografi, pasti sebetulnya ia tahu kalo ada perbedaan cara berpakaian dari orang-orang yang ada di sekitarnya. Ada yang membuka aurat dan malah ada yang tertutup rapat tubuhnya ketika keluar rumah. Idealnya, proses dia “tahu” atau <em>knowing</em> itu ditindaklanjuti dengan <em>learning</em> alias belajar. Bertanya kepada yang tahu mengapa ada yang berpakaian memperlihatkan keindahan tubuhnya dan malah ada yang menutup rapat potensi keindahan tubuhnya. Jangan cuek aja. Udah ngerasa beda, ya jangan berani beda tanpa ilmu. Waduh, nggak banget deh.</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya nih, bagi orang yang udah belajar rutin dan intensif, seiring dengan ilmu yang bertambah banyak, juga olah pikir dan rasanya yang kian bagus, maka dia insya Allah sampe ke tahap berpikir alias <em>thinking</em>. Di tahap ini, dia malah punya kelebihan. Selain mengamalkan ilmu dalam kehidupannya, juga ia mau ngajak orang lain agar sadar bahkan rela menanggung penderitaan agar orang lain sadar dan mengikuti ilmu yang diajarkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ilustrasi sederhana adalah: ketika kamu tahu kalo ada lubang di sebuah jalan. Maka ketika tahu kamu bakalan hati-hati melewati jalan tersebut. Karena sering lewat situ, akhirnya kamu belajar bagaimana caranya menghindari jalan itu meski pada malam hari. Kamu amati dan ingat tempat mana saja yang lubangnya berbahaya. Terakhir, kalo kamu sampe ke tahap berpikir adalah ketika kamu mulai memasang papan peringatan demi keselamatan orang lain, misalnya: “Hati-hati ada lubang!” Bahkan lebih keren lagi kamu lapor ke aparat setempat untuk memperbaiki jalan berlubang tersebut karena bisa membahayakan orang lain. Keren banget kan? <em>So</em>, perubahan itu adalah proses. Kamu pasti bisa melewatinya. Yakin aja.</p>
<p style="text-align:justify;">Cuma masalahnya nih, proses itu aja belum cukup kalo belum ada kemauan. Bahkan mau aja belum maksimal kalo belum sadar. Jadi, sadar diri yuk. Cari tahu, biar nggak malu-maluin. Caranya, ya belajar biar tahu dan mau berpikir. Oke?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Membabat pornografi dan pornoaksi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kalo dibiarin aja nggak bakalan selesai-selesai. Lihat aja penanganan yang selama ini dilakukan oleh Kapitalisme-Sekularisme, malah menjadikan kebebasan sebagai <em>the way of life</em>. Ideologi macam apa itu? Kok malah bikin sengsara umat manusia?</p>
<p style="text-align:justify;">Sobat, sebagai sebuah ideologi, Islam punya cara penyelesaian terhadap masalah ini. Tentu, jika Islam diterapkan sebagai ideologi negara. Menurut Abdurrahman al-Maliki, “Barangsiapa yang mencetak atau menjual, atau menyimpan dengan maksud untuk dijual atau disebarluaskan, atau menawarkan benda-benda perhiasan yang dicetak atau ditulis dengan tangan, atau foto-foto serta gambar-gambar porno, atau benda-benda lain yang dapat menyebabkan kerusakan akhlak, maka pelakunya akan dikenakan sanksi penjara sampai 6 bulan.” (<em>Sistem Sanksi dalam Islam</em>, hlm. 288-289)</p>
<p style="text-align:justify;">Oya, hukuman tersebut termasuk dalam perkara <em>ta’zir</em> alias jenis dan bentuk hukumannya diserahkan kepada <em>qadhi</em> (hakim). Kalo emang tingkat bahayanya besar banget, bisa aja <em>qadhi</em> menghukum lebih lama atau bentuk hukuman lain, misalnya dicambuk.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan yang lebih gampang, lakukan mulai dari diri sendiri dan orang-orang terdekat kita: temen, keluarga. Tentu kita nggak mau kan diri dan lingkungan kita rusak karena racun pornografi. Percaya deh, pornografi nggak ada gunanya. Nggak perlu tuh ngintip-ngintip penasaran sama yang namanya pornografi. Jangan sampe kita berkoar-koar tentang pornografi tapi kalo nemu di depan mata diembat juga. <em>Naudzubillah min dzalik.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kapan dan di mana pun kita menemukan media yang berbau pornografi, jangan ragu-ragu untuk menghancurkannya (atau minimal meninggalkannya, cuekkin aja dah).. Jaga diri, jaga keluarga, dan teman-teman kita. Saling mengawasi dan mengingatkan bukan berarti ikut campur urusan orang lho, tapi kita menjaga diri dan lingkungan untuk menghindari kerusakan dan maksiat. Ok, guys?</p>
<p style="text-align:justify;">BTW, kalo nanti Islam udah diterapkan sebagai ideologi negara, mereka yang ada di pedalaman seperti di Papua dan suku dayak lainnya, nggak bakalan dijadikan sebagai obyek wisata lho. Nggak kayak sekarang, mereka dianggap sebagai warisan budaya bangsa. Itu dzalim, karena seharusnya pemerintah memberikan pembinaan dan mendakwahi mereka agar mau hidup lebih mulia. Tapi nyatanya, malah dipelihara agar tetap jahiliyah seperti itu. Kasihan banget kan?</p>
<p style="text-align:justify;">Oya, untuk kasus Maria Ozawa alias Miyabi, cuekkin aja dah. Sadar diri aja buat kita semua sebagai remaja muslim. Masalah doi belum seberapa. Jangan jadi fokus perhatian. Masalah utamanya adalah sistem kapitalisme-sekularisme dengan instrumen demokrasilah yang sudah menjadikan sebagian dari kita keropos kepibadiannya dan bejat akhlaknya. Mari, kita mengubah kondisi ini dengan Islam. Lebih cepat lebih baik untuk terapkan syariat Islam! Harus Pro dakwah Islam dan Lanjutkan perjuangan tegaknya Khilafah Islamiyah ini. Tetap semangat! <strong>[osolihin: osolihin@gaulislam.com | http://osolihin.com]</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lauraherniza.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lauraherniza.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lauraherniza.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lauraherniza.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lauraherniza.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lauraherniza.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lauraherniza.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lauraherniza.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lauraherniza.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lauraherniza.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lauraherniza.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lauraherniza.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lauraherniza.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lauraherniza.wordpress.com/249/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lauraherniza.wordpress.com&amp;blog=2437170&amp;post=249&amp;subd=lauraherniza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lauraherniza.wordpress.com/2009/10/04/maria-ozawa-pornografi-dan-remaja-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1184252a2c07bdb44d81ea4fe5fdb45b?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">lauraherniza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lauraherniza.files.wordpress.com/2009/10/logo-gi-3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">logo-gi-3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berharap Bertemu Ramadhan Kembali</title>
		<link>http://lauraherniza.wordpress.com/2009/09/22/berharap-bertemu-ramadhan-kembali/</link>
		<comments>http://lauraherniza.wordpress.com/2009/09/22/berharap-bertemu-ramadhan-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2009 19:43:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lauraherniza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lauraherniza.wordpress.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Bro, nggak terasa ya Ramadhan udah di penghujung bulan. Dalam hitungan hari kita akan berpisah dengan Ramadhan. Bulan mulia yang penuh barokah dan ampunan. Saya sendiri sering merenung, apakah memang saya memanfaatkan Ramadhan dengan sebaiknya? Atau malah ‘memperlakukan’ Ramadhan seperti &#8230; <a href="http://lauraherniza.wordpress.com/2009/09/22/berharap-bertemu-ramadhan-kembali/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lauraherniza.wordpress.com&amp;blog=2437170&amp;post=242&amp;subd=lauraherniza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p style="text-align:justify;">Bro, nggak terasa ya Ramadhan udah di penghujung bulan. Dalam hitungan hari kita akan berpisah dengan Ramadhan. Bulan mulia yang penuh barokah dan ampunan. Saya sendiri sering merenung, apakah memang saya memanfaatkan Ramadhan dengan sebaiknya? Atau malah ‘memperlakukan’ Ramadhan seperti bulan biasanya? Shalat kita mungkin tak beda dengan saat shalat selain Ramadhan, shaum kita tak sempurna, shadaqah kita dihiasi dengan sikap riya’, dan amalan lainnya yang kita khawatir sia-sia belaka. <em>Naudzubillah min dzalik</em>. Semoga kita semua termasuk hamba-hamba Allah Swt. yang pandai bersyukur atas segala nikmat yang diberikanNya. Memanfaatkan Ramadhan sebaik mungkin demi mengumpulkan pahala. Semoga.</p>
<p style="text-align:justify;">Bro en Sis, kalo menjelang berakhirnya Ramadhan ini, saya jadi inget juga nih bait-bait puisi dari Pak Taufik Ismail, salah satu penyair favorit saya. Kebetulan saya pernah juga mengisi bareng beliau dalam satu acara di sebuah universitas di Malang tentang sastra. Tahu kan puisi beliau yang saya maksud? Yup, puisi itu berjudul “Setiap Habis Ramadhan”, yang makin keren ketika dilagukan oleh Bimbo. Syairnya begitu syarat makna dan mendalam. Inilah bait-bait puisi beliau:<em> Setiap habis rama­dhan/ hamba rindu lagi ramadhan/ Saat-saat padat beribadah/ tak terhingga nilai mahalnya/ setiap habis ramadhan/ hamba cemas kalau tak sampai/ umur hamba di tahun depan/ berilah hamba kesempatan/ Setiap habis Ramadhan Rindu hamba tak pernah menghilang Mohon tambah umur setahun lagi Berilah hamba kesempatan/Alangkah nikmat ibadah bulan Ramadhan/ Sekeluarga, sekampung, senegara Kaum muslimin dan muslimat se dunia/Seluruhnya kumpul di persatukan Dalam memohon ridho-Nya. <span id="more-2836"> </span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Sobat muda muslim, ya nggak terasa bulan Ramadhan udah berada di akhir perjalanannya. Padahal, kayaknya baru kemarin kita bergembira dengan datangnya Ramadhan. Padahal, rasanya baru kemarin kita mengawali indahnya sahur dan buka pertama dalam puasa kita. Padahal, rasanya baru kemarin pula kita sama-sama ikutan tarawih pertama berjamaah di masjid. Begitulah. Waktu memang berjalan tanpa kom­promi. Meninggalkan kita. Nggak peduli kita lagi ngapain. Mau yang sedang memanfaatkan­nya atau malah yang getol membuang percuma kesempatan. Semua ditinggalin tanpa ampun.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita pantas merenung. Di sepuluh hari terakhir yang tersisa di bulan Ramadhan ini, apa yang akan kita lakukan? Menghitung hari seperti kemarin dengan tanpa ada aktivitas amal sholeh? Atau sekadar mengisinya dengan hal-hal yang amat jauh dari nilai-nilai Islam? Rasanya, kita semua udah pada tahu, apa yang harus kita lakukan. Tapi celakanya, kita juga seringkali lalai dengan apa yang seharusnya kita lakukan. Hati-hati yo…<span id="more-242"></span><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Kita tahu bahwa puasa adalah wajib. Kita yakin (meski dengan keyakinan seadanya), bah­wa kalo nggak puasa kita akan berdosa. Namun, ternyata dalam praktiknya ada saja yang <em>error</em>. Selalu saja ada sebagian besar dari kita, yang ternyata masih melalaikan puasanya. Siang hari masih bebas makan dan minum. Emang sih, yang barangkali masih punya ‘setitik’ rasa malu tapi besar hawa nafsunya, ia akan makan dan minum di warung-warung yang tertutup kain. Kalo yang bebal <em>mah</em>, alias muke tebel, cuek aja ‘cacapluk’ di siang hari secara terang-terangan juga. Aduh, ini kok kayaknya nggak takut dosa gitu lho. Ckckck… gawat!</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi kita-kita yang mengawali dan mengisi Ramadhan ini dengan harapan ridho Allah, tentunya ingin selalu mendapat kesempatan emas dalam beribadah kepada Allah. Apalagi di bulan Ramadhan, di mana banyak kaum muslimin berlomba mengum­pulkan pahala untuk meraih derajat takwa. Nggak heran jika semua merasa Ramadhan adalah saat-saat padat beribadah. Rasulullah saw. jika Ramadhan tiba, beliau adalah orang yang paling dermawan. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. bahwa Nabi saw. adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan. Kederma­wanannya meningkat pada bulan Ramadhan, yaitu ketika beliau bertemu dengan malaikat Jibril. Disebutkan bahwa kedermawanan beliau melebihi kecepatan angin bertiup. Duh, betapa mulianya Ramadhan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Senang, sedih, dan cemas jadi satu</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Boys and girls, jika setiap habis Ramadhan, gimana sih perasaan hatimu? Senang, sedih, cemas? Kayaknya gampang-gampang susah menjawab pertanyaan model begini. Sebab memang sulit memisahkan pera­saan itu sendiri-sendiri. Maklum, ketika ber­akhirnya Ramadhan banyak perasaan yang muncul di hati kita. Bercampur jadi satu.</p>
<p style="text-align:justify;">Perasaan senang muncul karena setidak­nya kita merasa berhasil telah lolos dari medan ujian yang berat sebagai pemenang. Benar-benar sangat berat. Sebab, selain harus mena­han diri dari rasa lapar yang mengiris-ngiris lambung kita, selain harus menahan haus yang terasa mengeringkan kerongkongan kita, juga kita dituntut oleh Allah Swt. untuk mengen­dalikan hawa nafsu kita. Tujuannya, agar puasa kita juga dibarengi dengan tambahan pahala yang lain dari Allah Swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Perasaan sedih juga muncul dari kita. Kenapa sedih dengan berakhirnya Ramadhan? Karena kita kehilangan kesempatan emas untuk menanam pahala di bulan tersebut. Sedih rasanya merasakan perpisahan dengan bulan yang telah dimuliakan Allah sebagai tempat untuk ‘menimbun’ pahala. Lebih sedih lagi kalo kita sampe tak mendapat apa-apa di bulan Ramadhan ini, kecuali rasa lapar dan haus. Atau lebih rugi lagi adalah nggak dapat apa-apa. Termasuk nggak dapat pahala puasa karena memang nggak puasa. Duh, rugi berat deh.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasa cemas juga kerap muncul dari kita. Khususnya bagi kita-kita yang memang telah mengisi Ramadhan tahun ini dengan segala aktivitas amal sholeh kita. Sehingga setiap habis Ramadhan, yang dirindukan adalah kembali bisa menikmati Ramadhan di tahun depan. Namun, ada kecemasan yang menggunung manakala menyadari dan khawatir jika usia kita nggak sampe di Ramadhan berikutnya. Harapan dan kecemasan bercampur jadi satu. Sampe kita sendiri nggak tahu, apa sebetulnya yang kita inginkan. Sebab, antara harapan dan kece­masan kelihatannya saling melengkapi. Setiap kali kita berharap, selalu saja ada kecemasan, meski sekecil apapun rasa cemas itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Perasaan-perasan tadi muncul secara wajar dalam diri kita. Alhamdulillah, moga kita menjadi hamba-hamba Allah yang bertakwa. Tapi jika sebaliknya, yakni kita tak pernah merasa senang, sedih, apalagi cemas dengan habisnya Ramadhan ini, wah, pantesnya kita mulai mengukur diri tuh. Sudah seberapa pan­tas menjadi seorang muslim. Dan itu berarti pula kita adalah termasuk manusia super cuek, nggak peduli dengan masa depan kita sendiri. Sungguh keras hati kita jika tak pernah ada ungkapan dari perasaan hati kita ini. Meski cuma diungkapkan setitik saja. Ah, rasanya kita pantas untuk ‘dimurkai’ Allah. <em>Naudzubillahi min dzalik!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Padahal Bro, kita pantesnya malu sama Allah. Pantas ‘berhutang’ kepada Allah. Betapa banyak rizki dari Allah yang telah kita makan. Betapa bejibun nikmat Allah yang telah kita rasakan. Betapa tak ternilai harganya ketika Allah menjadikan kita sebagai seorang muslim. Sebab, menjadi muslim, adalah petun­juk dari Allah. Itu adalah hidayah-Nya. Dan itu tak semudah membalikkan telapan tangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Barangkali kita nggak merasakan tan­tangannya ketika menjadi muslim. Sebagian besar dari kita menjadi muslim karena memang lahir dari keluarga muslim. Bayangkan jika kamu mendapatkan hidayah Allah ini berkat per­juangan yang melelahkan antara hidup dan mati.</p>
<p style="text-align:justify;">Sa’ad bin Abi Waqqash, salah seorang sahabat Rasulullah, begitu berat menghadapi kenyataan ketika beliau menjadi muslim. Sang ibu melakukan protes keras dengan mengancam akan melakukan mogok makan sampe tun­tutannya agar Sa’ad kembali ke agama nenek moyangnya dipenuhi Sa’ad. Tapi Sa’ad tak mudah untuk tergoda lagi. Berat bukan? Begitupun dengan Amr bin Yassir, yang harus rela melihat dengan mata-kepalanya sendiri orangtuanya menemui ajal di tangan orang-orang kafir Quraisy karena mempertahankan keyakinan mereka tentang Islam. Begitu pula, pernahkah kamu membayangkan bagaimana menderitanya Salman al-Farisi yang berusaha mencari kebenaran. Sempat pindah-pindah keyakinan sebelum akhirnya istiqomah dengan Islam. Saking istiqomahnya dengan Islam, beliau rela hidup menderita untuk membela Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Wajar kan, jika nilai keimanan beliau-beliau boleh dibilang sangat mahal ketika ‘membelinya’. Amat beda dengan kita yang langsung instan. Karena memang lahir dan dididik di lingkungan keluarga muslim. Tapi walau bagaimanapun juga, ini merupakan hidayah dari Allah Swt. juga. Tinggal bagaimana kita mensyukuri­nya. Salah satunya adalah dengan taat terha­dap apa yang diturunkan Allah Swt. kepada kita. Wajib tunduk dan patuh terhadap perintahNya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Peduli kita untuk mereka…</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sobat muda muslim, selain kita meng­ukur apa yang telah kita lakukan di bulan pernah berkah, rahmat, dan ampunan ini, juga kita tumpahkan energi peduli kita untuk teman-teman yang masih tetap ‘istiqomah’ dalam kemaksiatannya. Nggak jarang kita jumpai, saudara kita yang masih berprinsip “semau gue” dalam berbuat. Malah tetep maksiat meski di bulan suci nan mulia ini. <em>Astaghfirullah.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Buat kita semua yang masih doyan maksiat, kayaknya pas banget untuk direnungkan nih salah satu syair dari lagunya Justice Voice berikut ini: <em>Allahurabbuna shalat kami tak sempurna/sering kami lalai di saat tengah menghadap/apa yang terucap tiada terasa di hati/disibukkan pikir dunia yang tak pernah habis.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ya Rabbul Izzati kamilah hamba yang sakit/sakit akan iman, ilmu amalan ibadah/apa yang dibawa jikalau Engkau memanggil/tak cukuplah bekal menghadap Engkau ya Rabbi</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ya Allah ya Rabbi, beri ampun kami/hamba yang tertipu dunia fana ini/bagaimanalah nasib hamba yang amat merugi/mendamba cintaMu sedang amalan sedikit/jangankan yang sunnah banyaknya amal ibadah, shalat fardu saja kadang hanya waktu sisa/sisa dari dunia yang dijadikan tujuan</em></p>
<p style="text-align:justify;">Banyak lho saudara kita yang masih maksiat di bulan Ramadhan. Maka kepada mereka, sikap peduli layak kita berikan. Tentu ini sebagai tanda kasih kita kepada mereka. Sebagai tanda cinta kita kepada mereka. Sebab kita adalah saudara seakidah. Bedanya, kita sudah mulai ingin benar dalam hidup ini, teman-teman—yang karena keterbatasan ilmunya—masih betah maksiat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita pantas cemas menyaksikan polah teman-teman yang menjalani puasa hanya sebatas menahan diri dari makan dan minum doang. Sementara,  mereka tetep <em>keukeuh</em> pacaran, tetep membuka auratnya, tetep tidak mengontrol mata, telinga, dan hatinya dari perbuatan kotor dan nista. Kita khawatir banget, jangan-jangan, cuma mendapatkan rasa lapar dan haus dari puasanya itu. Rugi deh. Rasulullah saw. bersabda: <em>“Betapa banyak orang yang ber­puasa, tapi mereka tidak menda­patkan apa-apa dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga” </em> <strong>(HR Ahmad)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kita pun pantas prihatin dengan kondisi masyarakat ini. Saat ini, masyarakat sepertinya sederhana saja memandang kehidupan ini. Ringan aja menghadapi dinamikanya. Kita sedikit meragukan jika masyarakat ini masih menyim­pan rasa peduli akan kebenaran. Sebab, bukti­nya banyak yang menyepelekan kebenaran. Individu memang banyak yang berbuat salah. Tapi yakinlah, ini akibat dari lingkungan tempat hidupnya. Sudahlah takwa individu carut marut, dan ini jumlahnya banyak, eh, masyarakat secara umum juga udah terbiasa dengan kemaksiatan yang berlangsung dalam kehi­dupannya. Bahkan celakanya ada yang sampe menganggap bahwa itu emang bagian dari kehidupan sekarang. Individu dan masyarakat yang udah jebol ini makin diperparah dengan kedodorannya negara dalam mengatur rakyat. Karuan aja, makin surem deh kehidupan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu sebabnya, meskipun kita gembar-gembor mengkampanyekan untuk melakukan perbaikan individu. Tapi dalam waktu yang ber­samaan nggak dibarengi dengan mengubah masyarakat, maka kemungkinan besar akan mengalami kegagalan. Sebab, masalah akan terus berputar di situ. Jadi, mari ubah individu, dengan melakukan perubahan terhadap masya­rakat. Jadikan masyarakat ini sebagai masya­rakat Islam. Masyarakat yang diatur dalam negara yang menerapkan syariat Islam. Dengan begitu, kita tak perlu cemas, sedih, dan prihatin lagi menyaksikan kondisi kaum muslimin saat ini. Bukan hanya setiap habis Ramadhan, tetapi sepanjang waktu. Se­bab, semuanya udah benar. Tinggal diarahkan aja. Sekarang? Kita harus membenarkan seka­ligus mengarahkan. Relatif berat bukan?</p>
<p style="text-align:justify;">Oke deh, moga-moga kita nggak cemas dan prihatin lagi setiap habis Ramadhan gara-gara mikirin kondisi umat ini. Tapi ya, selama kita hidup di bawah sistem kapitalisme seperti sekarang ini, kehidupan senantiasa diliputi rasa cemas, dalam seluruh aspek kehidupan, ter­masuk saat seperti ini, setiap habis Ramadhan. Cemas, kalo umat ini akan balik bejat lagi setelah Ramadhan berlalu. Ya, jangankan nanti, saat Ramadhan aja masih banyak yang mema­merkan kesombongannya dengan nggak mau taat kepada aturan Allah dan RasulNya.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga kita menjadi hamba-hamba Allah yang mendapat berkah, rahmat, dan ampunan. Dan senantiasa memohon kepada Allah agar kita digolongkan kepada orang-orang yang berjuang demi tegaknya syariat Islam di muka bumi ini. Sekali lagi kita ngingetin, mari ubah individu dengan melakukan perubahan terhadap masyarakat. Setuju kan? Harus Setuju dong! (jiahaha maksa deh gue!)</p>
<p style="text-align:justify;">Yuk, jadikan Ramadhan ini sebagai momentum perjuangan kita untuk mengembalikan kejayaan Islam yang diterapkan sebagai ideologi negara dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyah. Semoga di Ramadhan tahun depan, segalanya sudah berubah menjadi lebih baik dari sekarang. Kita berharap bertemu Ramadhan di tahun depan agar bisa melihat keberkahan menyelimuti seluruh negeri. Kita bosan dengan kehidupan di bawah naungan Kapitalisme. Benci sebenci-bencinya dan kita berusaha berjuang bersama untuk menghancurkannya dan menghilangkannya dari kehidupan kita saat ini. Hanya Islam yang pantas dijadikan ideologi negara. Bukan yang lain. Semoga Allah Swt. memberi kesempatan kepada kita untuk bertemu Ramadhan di tahun depan dengan lebih baik kondisinya dari sekarang. Mari kita mulai perubahan individu dan masyarakat mulai dari sekarang dan seterusnya. Tetap semangat! <strong>[solihin: http://osolihin.com | osolihin@gaulislam.com]</strong></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lauraherniza.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lauraherniza.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lauraherniza.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lauraherniza.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lauraherniza.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lauraherniza.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lauraherniza.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lauraherniza.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lauraherniza.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lauraherniza.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lauraherniza.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lauraherniza.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lauraherniza.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lauraherniza.wordpress.com/242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lauraherniza.wordpress.com&amp;blog=2437170&amp;post=242&amp;subd=lauraherniza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lauraherniza.wordpress.com/2009/09/22/berharap-bertemu-ramadhan-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1184252a2c07bdb44d81ea4fe5fdb45b?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">lauraherniza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abbas dan Dahlan Terlibat dalam Konspirasi Atas Gaza</title>
		<link>http://lauraherniza.wordpress.com/2009/01/04/abbas-dan-dahlan-terlibat-dalam-konspirasi-atas-gaza/</link>
		<comments>http://lauraherniza.wordpress.com/2009/01/04/abbas-dan-dahlan-terlibat-dalam-konspirasi-atas-gaza/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 08:39:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lauraherniza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lauraherniza.wordpress.com/2009/01/04/abbas-dan-dahlan-terlibat-dalam-konspirasi-atas-gaza/</guid>
		<description><![CDATA[mengungkap bahwa otoritas Ramallah telah memindahkan 400 pesonel keamanan dari anasir yang dulu dipimpin tokoh kudeta dari gerakan Fatah, Muhammad Dahlan, ke Kairo, 36 jam setelah agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza. Ini sebagai jalan pengiriman mereka ke Gaza setelah &#8230; <a href="http://lauraherniza.wordpress.com/2009/01/04/abbas-dan-dahlan-terlibat-dalam-konspirasi-atas-gaza/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lauraherniza.wordpress.com&amp;blog=2437170&amp;post=229&amp;subd=lauraherniza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-231" title="datafiles_cache_tempimgs_2009_1_abbas_dahlan_300_02" src="http://lauraherniza.files.wordpress.com/2009/01/datafiles_cache_tempimgs_2009_1_abbas_dahlan_300_02.jpg?w=233&#038;h=185" alt="datafiles_cache_tempimgs_2009_1_abbas_dahlan_300_02" width="233" height="185"></p>
<p style="text-align:justify;">mengungkap bahwa otoritas Ramallah telah memindahkan 400 pesonel keamanan dari anasir yang dulu dipimpin tokoh kudeta dari gerakan Fatah, Muhammad Dahlan, ke Kairo, 36 jam setelah agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza. Ini sebagai jalan pengiriman mereka ke Gaza setelah pemerintahan Hamas di Jalur Gaza jatuh, sebagaimana yang mereka harapkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Koran as Safir edisi Sabtu (03/01) mengatakan, &#8220;Belum lewat 36 jam dimulainya serangan udara Israel ke Gaza, Kairo mengumpulkan para pejabat utusan dari Ramallah, Aman, Tel Aviv, Washington dan salah satu Negara teluk.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">As Safir menyebutkan hal ini langsung mendapatkan respond an terjadi gerakan di sebagian hotel terkenal demikian juga di sebagian kedubes asing dan Arab, termasuk kantor-kantor dubes. Sementara itu Muhammad Dahlan, berangkat dari Tepi Barat ke Kairo menggunakan pesawat milik salah satu perusahaan penerbangan Israel.</p>
<p style="text-align:justify;">As Safir menambahkan, &#8220;Dengan jalan yang sama terjadi gerakan 400 personel anggota kepolisian Palestina dari Tepi Barat ke tanah Mesir. Mereka bersiap siaga di darah al Arisy menunggu perintah menuju Jalur Gaza dengan dua cara, apakah segera setelah pemerintah Hamas jatuh akibat serangan Israel atau setelah dicapainya kesepakatan yang menjamin penyerahan diri Hamas. Pengiriman kelompok Dahlan ke Jalur Gaza ini dalam kerangka keputusan internasional dan Arab yang dilindungi keamanan Mesir dan Israel.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">As Safir menegaskan bahwa Dahlan tidak cukup berhenti hanya dengan peran ini. Dijelaskan bahwa pertemuan-pertemuan keamanan yang diadakan di Kairo tidak hanya membahas setelah jatuhnya Hamas. As Safir mengungkap diberikannya informasi rinci seputar sejumlah target. Meskipun apa yang dimiliki penjajah sendiri tidaklah sederhana. Dalam musyawarah antara petinggi ini menghasilkan satu hal: masalahnya adalah masalah hari, tidak lebih&#8230; (seto)www.infopalestina.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lauraherniza.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lauraherniza.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lauraherniza.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lauraherniza.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lauraherniza.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lauraherniza.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lauraherniza.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lauraherniza.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lauraherniza.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lauraherniza.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lauraherniza.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lauraherniza.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lauraherniza.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lauraherniza.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lauraherniza.wordpress.com&amp;blog=2437170&amp;post=229&amp;subd=lauraherniza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lauraherniza.wordpress.com/2009/01/04/abbas-dan-dahlan-terlibat-dalam-konspirasi-atas-gaza/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1184252a2c07bdb44d81ea4fe5fdb45b?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">lauraherniza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lauraherniza.files.wordpress.com/2009/01/datafiles_cache_tempimgs_2009_1_abbas_dahlan_300_02.jpg?w=96" medium="image">
			<media:title type="html">datafiles_cache_tempimgs_2009_1_abbas_dahlan_300_02</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Cuma Islam di Hati Gue&#8221;</title>
		<link>http://lauraherniza.wordpress.com/2008/10/22/cuma-islam-di-hati-gue/</link>
		<comments>http://lauraherniza.wordpress.com/2008/10/22/cuma-islam-di-hati-gue/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 10:20:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lauraherniza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin GI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lauraherniza.wordpress.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[edisi 033/tahun I Kamu yang doyan ngelahap berita pasti tahu dong kasus &#8220;Insiden Monas&#8221; pada tanggal 1 Juni 2008 lalu? Yup, kasus itu berupa main &#8220;timpuk-timpukan&#8221; antara ormas Islam dengan para pendukung ormas yang menentang Islam. Sebut aja deh namanya, &#8230; <a href="http://lauraherniza.wordpress.com/2008/10/22/cuma-islam-di-hati-gue/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lauraherniza.wordpress.com&amp;blog=2437170&amp;post=224&amp;subd=lauraherniza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong><a href="http://lauraherniza.files.wordpress.com/2008/10/gi13116.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-225" title="gi13116" src="http://lauraherniza.files.wordpress.com/2008/10/gi13116.jpg?w=128&#038;h=46" alt="" width="128" height="46" /></a>edisi 033/tahun I</p>
<p>Kamu yang doyan ngelahap berita pasti tahu dong kasus &#8220;Insiden Monas&#8221; pada tanggal 1 Juni 2008 lalu? Yup, kasus itu berupa main &#8220;timpuk-timpukan&#8221; antara ormas Islam dengan para pendukung ormas yang menentang Islam. Sebut aja deh namanya, massa FPI (Front Pembela Islam) yang merupakan salah satu elemen dari Laskar Islam versus massa AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan).</p>
<p>Peristiwa itu disebarluaskan oleh media massa. Emang sih, ada media massa yang terlalu berat sebelah alias memihak salah satu, terutama kepada AKKBB yang katanya berada pada pihak yang menjadi korban ‘kekerasan&#8217; FPI. Maka, media sekelas <em>Koran Tempo</em> aja bisa salah nulis berita (kesalahan atau kesengajaan?). Meski demikian, nggak sedikit juga media massa yang menampilkan komentar berbagai kalangan yang menilai bahwa &#8220;tak ada asap jika tak ada api&#8221;. Artinya, ‘penyerangan&#8217; FPI kepada massa AKKBB bukan asal pentung aja, tapi ada sebabnya.</p>
<p>Apa sebabnya? Menurut penelusuran gaulislam di berbagai media massa (televisi, koran, dan internet), ternyata massa AKKBB inilah yang pertama kali bikin provokasi, bahkan menggalang dukungan dari berbagai pihak dan mengiiklankan kegiatannya di beberapa media massa nasional dengan nada &#8220;menantang&#8221;. Mereka bahkan merasa berada paling depan dalam menyerukan pembelaan dan dukungannya kepada jamaah Ahmadiyah yang udah dinilai sesat oleh Islam. Jelas, ini kan aneh bin ajaib dan tentu nantangin banget. Maka, mendukung jamaah atau organisasi yang sudah jelas dilarang dan dinyatakan sesat dalam pandangan Islam, adalah sebuah keberpihakan dan tentu kita nilai AKKBB berpihak kepada kesalahan.</p>
<p>Bro en Sis, sebagai remaja tentu kamu-kamu jangan cuek bebek aja atau pura-pura menutup mata atas kejadian ini. Benar. Jangan benamkan dirimu dalam urusan pribadimu atau menjauh dari urusan agamamu dan lebih memilih dugem, hura-hura atau suka-suka demi memuaskan nafsu hedonis dan permisif kamu. Nggak lha yauw. Kalo kamu ngaku remaja muslim, maka jangan biarkan dirimu nggak peduli dengan urusan Islam dan kaum muslimin. Sebaliknya, kamu harus berada di barisan terdepan dalam membela dan memperjuangkan Islam. Harus itu! Sebab, hidup-mati kita hanyalah untuk Islam. Bukan untuk yang lain.</p>
<p><strong>Bela siapa? Tentu belain Islam, dong!</strong><span id="more-224"></span></p>
<p>Kalo kamu ditanya: &#8220;Kamu ngebela siapa?&#8221; Jawab aja: &#8220;Ngebela Islam dan kaum muslimin!&#8221; Itu jawaban tepat. Gimana pun juga kita nggak usah terpancing oleh segala bentuk provokasi. Tapi juga jangan cuek bin nggak peduli dengan kondisi yang ada. Bahkan seharusnya ketika diminta memilih mana yang akan kamu dukung dan kamu bela berkaitan dengan kasus FPI vs AKKBB, kamu wajib bilang: &#8220;Aku bela Islam!&#8221;. Betul banget. Membela dan berjuang hanya untuk Islam. Bukan untuk seseorang atau bukan untuk golongan tertentu, tapi membela dan berjuang untuk Islam dan kaum muslimin.</p>
<p>Sekarang, kamu wajib ngeh dengan kondisi yang berkembang dari kasus tersebut. Kamu wajib mengenali siapa yang benar dan siapa yang salah menurut ajaran Islam. Emang sih, sekarang opini yang berkembang adalah memojokkan dan menuduh FPI sebagai biang kerusuhan dan sebagai ormas Islam yang tukang bikin ribut, sehingga berbagai kalangan, tentu saja yang berseberangan idenya dengan FPI meminta kepada pemerintah agar ormas Islam tersebut dibubarkan.</p>
<p>Sebaliknya, FPI dan banyak ormas Islam, meminta polisi mengusut para provokator dan aktor intelektual dalam &#8220;Insiden Monas&#8221; tersebut, yakni para pentolan dan pendukung petisi yang disebar AKKBB yang jika dicermati, nama-nama mereka sih udah nggak asing lagi sebagai pihak yang setuju dengan pluralisme, sekularisme, HAM, dan liberalisme. Tentu aja semua ide itu bertentangan dengan prinsip ajaran Islam. Maka, wajar bila terjadi bentrokan karena sejak awal visi dan misi mereka bertentangan dan bahkan menentang Islam.</p>
<p>Nah, kamu jangan ketar-ketir, apalagi ngeper dan nggak mau terlibat dalam pilihan ini. Ini kenyataan hidup. Bahkan sejak kita memilih Islam sebagai agama dan keyakinan hidup kita, berarti kita udah memilih untuk: diatur sepenuhnya oleh Islam; taat kepada syarat dan ketentuan sebagai muslim; punya keberanian untuk menjaga kebenaran Islam; semangat menyebarkan ajaran Islam kepada siapa pun; dan tentu saja rela berkorban demi Islam. Itu sebabnya, Islam itu pilihan kita. Pikiran dan perasaan kita wajib selaras dengan Islam. Bukan dengan yang lain. Maka, pembelaan kita pun tentu saja hanya kepada Islam. Bukan kepada yang lain.</p>
<p><strong>Mengingkari kemungkaran</strong></p>
<p>Sobat muda muslim, banyak sudah kemungkaran di tengah kehidupan kita. Saat ini bisa kita saksikan dan rasakan bahwa kemaksiatan kian merajalela; kriminalitas meningkat; budaya jahiliyah ditumbuh-suburkan; pornografi jadi menu sehari-hari; merebaknya pemikiran sesat seperti paham liberalisme, pluralisme, sekularisme, kapitalisme dan sejenisnya; aliran sesat pun ikut-ikutan memperkeruh suasana. Jika sudah begini kenyataannya, jelas kita dihadapkan pada kenyataan bahwa semua itu adalah problem yang kudu diselesaikan.</p>
<p>Sebagai muslim, tentu aja kita wajib mengingkari segala bentuk kemungkaran yang ada di tengah-tengah kita. Bahkan sejatinya kita diminta untuk mengubah kemungkaran tersebut supaya kehidupan ini berjalan dengan benar dan baik. Rasulullah saw. Bersabda: <em>&#8220;Siapa saja di antara kalian yang menyaksikan kemungkaran, hendaknya mengubahnya dengan tangannya; jika tidak mampu, hendaknya dengan lisannya; jika tidak mampu, hendaknya dengan hatinya. </em><em>Dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.&#8221; </em><strong>(HR Muslim; an-Nawawi dalam <em>Syarh Shahih Muslim</em>, juz I, hlm. 356)</strong></p>
<p>Jadi, kita bukan hanya dituntut untuk mengingkari kemungkaran, tapi juga sekaligus diminta untuk mengubah kemungkaran yang kita saksikan. Kalo dalam kasus &#8220;FPI vs AKKBB&#8221; ini, yang terjadi akhirnya adalah menyeret opini bahwa yang harus dibubarkan adalah FPI, bukan pangkal persoalannya, yakni Ahmadiyah yang wajib dibubarkan. Meski mungkin saja nggak semua orang setuju dengan cara &#8220;main pukul&#8221; seperti yang dilakukan saudara-sudara dari FPI dan Laskar Islam, tapi adakalanya memang perlu dibikin ‘kejutan&#8217; terhadap pihak-pihak yang memang udah terang-terangan menghina Islam dan para pejuangnya. <em>Sori ye</em>, tulisan ini bukan maksud &#8220;manas-manasin&#8221; atau memperkeruh suasana. Nggak. Kita cuma ingin nunjukkin aja keberpihakan kita kepada Islam. Bukan kepada selain Islam. Setuju kan?</p>
<p>Terlepas dari cara mengingkari dan mengubah kemungkaran yang dilakukan saudara-saudara kita dari FPI dan Laskar Islam, yang wajib kita bela adalah Islam. Bukan yang lain. Maka, nggak perlulah kaum muslimin yang lain ikut-ikutan menghujat FPI dan bahkan meminta pemerintah untuk membubarkan FPI. Justru yang harus ditunjukkan adalah kemuliaan kita sebagai muslim melalui sikap penentangan yang keras terhadap segala bentuk kemungkaran, dalam hal ini justru rasa marah dan benci kita harus dialamatkan kepada musuh-musuh Islam <em>wa man tabi&#8217;ahum</em> (dan siapa saja yang mengikuti mereka). Itu sebabnya, ketika menyaksikan adanya kemungkaran, sementara kita sebenarnya mampu mengubahnya namun hanya diam aja, Rasulullah saw. ngasih <em>warning</em> melalui sabdanya: <em>&#8220;Tidak satu kaum pun yang di antara mereka ada orang yang berbuat maksiat, sementara mereka lebih kuat dan perkasa ketimbang orang tersebut (yang melakukan maksiat), namun mereka tidak mengubahnya, maka pasti Allah ‘Azza wa Jalla akan menimpakan kepada mereka hukuman dari sisiNya.&#8221; </em><strong>(HR Ahmad; dalam <em>Musnad Imam Ahmad</em>, juz IV, hlm. 363)</strong></p>
<p>Nah lho, ati-ati deh jangan sampe kita kena marah Allah Swt. hanya gara-gara kita nggak berani mengubah kemungkaran padahal kita mampu untuk melakukannya, bahkan dengan kekuatan &#8220;tangan&#8221;, yakni fisik. Bukan sekadar lisan (termasuk tulisan) dan nolak dalam hati.</p>
<p><strong>Islam, <em>the way of life</em></strong></p>
<p>Singkirkan pemahaman, ide, atau ideologi selain Islam (<em>example</em>: pluralisme, sekularisme, liberalisme, HAM, demokrasi, kapitalisme, hedonisme, permisivisme dan sejenisnya). Cuma Islam yang kita jadikan pegangan hidup. Hanya Islam sebagai cara hidup kita. <em>Yes</em>, Islam <em>the way of life</em>. Remaja muslim kudu mulai mengasah kepekaan hati dengan nilai-nilai Islam. Cinta dan benci atas dasar ajaran Islam. Marah dan kecewa pun disesuaikan dengan landasan Islam. Jangan asal cinta, jangan asal benci, jangan asal marah dan jangan asal kecewa. Maka, pembelaan kita bukanlah kepada seseorang dan golongan atau kelompok, tapi tunjukkan pembelaan yang kuat kepada kebenaran Islam dan tentu saja dukungan kepada siapapun yang berjuang membela Islam.</p>
<p>Bro en Sis, banyaknya fitnah dan kerusakan di negeri ini, dan di banyak negeri Muslim di seluruh dunia adalah karena tidak diterapkannya aturan Islam. Islam sebagai cara hidup nggak ditampakkan oleh sebuah kekuatan negara. Hanya ada pada segelintir individu atau kelompok aja. Padahal, kalo Islam diterapkan oleh sebuah kekuatan negara, maka insya Allah segala kemungkaran akan dilibas habis tanpa ampun. Tentu, jika para pelakunya nggak mau tobat padahal sudah dinasihati sebelumnya.</p>
<p>Sekarang ini, banyak kaum muslimin yang ‘geregetan&#8217; gara-gara SKB (Surat Keputusan Bersama) tentang pembubaran Ahmadiyah nggak keluar-keluar, ditambah para pendukung kebebasan beragama dan berkeyakinan juga makin nantangin. Daripada makin terprovokasi dan makin gemes bin kesal, kita kampanyekan saja sekalian tentang wajibnya menegakkan Khilafah Islamiyah sebagai institusi yang bakalan ‘menghabisi&#8217; seluruh kemungkaran. Sulit ngarepin penyelesaian melalui sistem demokrasi seperti saat ini. Dijamin deh, demokrasi nggak bakalan bisa menyelesaikan masalah. Bahkan yang terjadi adalah menambah masalah baru. Liat aja sekarang. Parah, Bro!</p>
<p><em>So</em>, seluruh elemen Islam sewajibnya bersatu untuk menegakkan Khilafah Islamiyah. Syariat Islam yang ditegakkan dalam bingkai negara Islam bernama Khilafah Islamiyah, insya Allah akan mampu menjamin keamanan dan memberikan kesejahteraan bagi warga negaranya. Kok bisa? Ya iya lah. Sebab, Islam adalah agama sempurna yang tidak hanya mengatur aspek ibadah ritual, namun juga mengatur aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara seperti aspek politik, ekonomi, pendidikan, militer, dan budaya. Karenanya wajar bila Islam mewajibkan eksistensi negara untuk merealisasikan semua aturan tersebut, sebab tanpa negara mustahil segala aturan bernegara dan bermasyarakat itu dapat terwujud <strong>(Imam al-Mawardi, <em>al-Ahkâm as-Sulthâniyyah</em>, hlm. 5)</strong></p>
<p>Oke deh, mulai sekarang, kita tekadkan untuk terus mengkampanyekan dan mendakwahkan Islam sebagai &#8220;cara hidup&#8221; bagi individu, masyarakat, dan negara. Perbaiki diri kita mulai dari sekarang dengan wawasan berpikir Islam dan perasaan yang islami, agar kita bisa katakan dengan lantang: &#8220;Cuma Islam di hati gue!&#8221; <strong>[solihin: www.osolihin.wordpress.com] </strong></p>
<p><strong></strong> <!--[if supportFields]&gt;tc &quot;Acara workshop menulis dengan tema\: "How ‘n Why to be Writer?" kembali digelar. Kali ini tanggal 29 Mei 2008 di SMAN 2 Banjarbaru. Jaraknya sekitar 30 km dari kota Banjarmasin. Acara di sini pun nggak kalah seru. Rohis dan OSIS SMAN 2 Banjarbaru yang bekerjasama dengan Alpen Prosa dan Media Islam Net perwakilan Banjarbaru-Martapura serta didukung oleh Buletin Remaja gaulislam, mampu menghadirkan peserta sebanyak 40-an orang. Sama seperti di Banjarmasin, di sini pun peserta antusias bertanya dan bahkan ada sesi latihan menulisnya dan beberapa hasil karya peserta dinilai oleh narsumbernya, yakni Kang Oleh. Pokoknya seru abis deh. Sukses buat Alpen Prosa, SMAN 7 Banjarmasin, SMAN 2 Banjarbaru dan Media Islam Net atas acara yang digelar tersebut. <b>[GI]</b> &quot;&lt;![endif]&#8211;><!--[if supportFields]&gt;&lt;![endif]--><!--[if supportFields]&gt;tc &quot;<b>&quot;</b>&lt;![endif]&#8211;><!--[if supportFields]&gt;&lt;![endif]--><!--[if supportFields]&gt;<b></b>tc &quot;<i>Amalan yang mula-mula dihisab (diperhitungkan) dari seorang hamba pada Hari Kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik, baiklah seluruh amalannya, dan jika shalatnya rusak, maka rusaklah seluruh amalannya. </i><b>[HR Thabrani, dari Abdullah bin Qurth ra]&quot;</b>&lt;![endif]&#8211;><!--[if supportFields]&gt;<b></b>&lt;![endif]&#8211;></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lauraherniza.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lauraherniza.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lauraherniza.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lauraherniza.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lauraherniza.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lauraherniza.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lauraherniza.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lauraherniza.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lauraherniza.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lauraherniza.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lauraherniza.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lauraherniza.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lauraherniza.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lauraherniza.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lauraherniza.wordpress.com&amp;blog=2437170&amp;post=224&amp;subd=lauraherniza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lauraherniza.wordpress.com/2008/10/22/cuma-islam-di-hati-gue/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1184252a2c07bdb44d81ea4fe5fdb45b?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">lauraherniza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lauraherniza.files.wordpress.com/2008/10/gi13116.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">gi13116</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harga BBM Naik? Sungguh Terlalu!</title>
		<link>http://lauraherniza.wordpress.com/2008/10/21/harga-bbm-naik-sungguh-terlalu/</link>
		<comments>http://lauraherniza.wordpress.com/2008/10/21/harga-bbm-naik-sungguh-terlalu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 10:16:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lauraherniza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin GI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lauraherniza.wordpress.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[edisi 032/tahun I Akhirnya, pemerintah menaikkan juga harga BBM mulai pukul 00.00 WIB tanggal 24 Mei 2008. Pengumuman kenaikan harga BBM untuk jenis bensin, solar, dan minyak tanah tersebut disampaikan Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro pada tanggal 23 Mei 2008 pukul &#8230; <a href="http://lauraherniza.wordpress.com/2008/10/21/harga-bbm-naik-sungguh-terlalu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lauraherniza.wordpress.com&amp;blog=2437170&amp;post=220&amp;subd=lauraherniza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lauraherniza.files.wordpress.com/2008/10/gi13115.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-222" title="gi13115" src="http://lauraherniza.files.wordpress.com/2008/10/gi13115.jpg?w=128&#038;h=46" alt="" width="128" height="46" /></a>edisi 032/tahun I</p>
<p>Akhirnya, pemerintah menaikkan juga harga BBM mulai pukul 00.00 WIB tanggal 24 Mei 2008. Pengumuman kenaikan harga BBM untuk jenis bensin, solar, dan minyak tanah tersebut disampaikan Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro pada tanggal 23 Mei 2008 pukul 21.30 WIB. Waduh, ini sungguh informasi yang bikin sesak nafas bagi banyak kalangan. Teganya.. teganya.. teganya&#8230;</p>
<p>Bro, sebagai remaja kita bukan berarti cuek aja lho ngelihat dan ngerasain kondisi ini. Tapi kudu mulai berpikir jauh ke depan bahwa masalah ini adalah bagian dari dinamika kehidupan yang lambat-laun ngimbas juga ke kamu semua. Memang sih, kamu rata-rata tinggal nodong aja sama ortu untuk ongkos sekolah dan jajan. Namun, cobalah empati dikit aja bahwa ortu kita juga sangat pusing mikirin naiknya harga BBM ini. Bener lho, yang udah-udah juga ngimbas ke sektor lain. Misalnya naiknya ongkos transportasi, harga-harga sembako yang kompakan ikut naik, harga kertas juga iri jadi kepengen ikutan naik, dan kebutuhan lainnya pasti harganya naik dengan alasan &#8220;menyesuaikan&#8221;. Sementara, gaji ortu nggak naik, pendapatan seret, malah nggak imbang dengan pengeluaran. Jadinya, meski terlihat pada sebagian kalangan (seperti pedagang) ada peningkatan harga yang berpotensi untung, tapi pendapatan tetep aja segitu-gitunya. Ujungnya, jatah uang jajanmu dari ortu juga bakalan kena diskon tuh. Betul?</p>
<p>Sobat muda muslim, ini ironi banget. Sebab, kita hidup di tempat yang sebenarnya sumber daya alamnya melimpah, baik di darat maupun di laut. Tapi dalam pengelolaannya nggak maksimal. Malah anehnya yang memaksimalkan sumber daya alam negeri ini adalah pihak-pihak asing. Khusus untuk urusan minyak aja, Pertamina sebagai perusahaan pemerintah nggak begitu aja bisa langsung mengeksplorasi minyak bumi. Entah dengan alasan minimnya teknologi atau memang ada tekanan pihak asing, akhirnya untuk eksplorasi minyak mentah dan gas diserahkan kepada perusahaan-perusahaan asing macam Chevron, Total FinaElf, Shell, ExxonMobile, ConocoPhilips, Texaco, British Petroleum (BP), Unocal, PetroChina dsb.</p>
<p>Perusahaan-perusahaan asing itu dapat apa? Tentu dapat penghasilan yang gede dong. Mereka menguasai ladang minyak dan kilang minyak yang ada di negeri ini sekitar 92 persen. Sementara Pertamina cuma kebagian 8 persen aja. Parahnya, di tubuh Pertamina pun, saham pemerintah hanya 60 persen, dan sisanya dimiliki asing. Waduh!</p>
<p><em>Boys and gals</em>, pemerintah ngasih alasan kalo naiknya harga BBM karena kenaikan harga minyak dunia yang sempat menyentuh angka 124 US dollar/barrel. Tentu ini rekor banget. Sebab, yang udah-udah cuma nyampe 70-an US dollar/barrel. Sehingga, menurut kacamata pemerintah, ini bakalan menggerogoti APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Nah, karena harga minyak ini selalu disubsidi oleh pemerintah (dan itu dimasukkan dalam hitungan di APBN), maka pastinya jumlah duit untuk menyeimbangkan neraca APBN bakalan tambah gede. Satu-satunya jalan, dan yang selama ini ditempuh adalah mencabut subsidi. Nah, karena yang gede itu adalah subsidi pemerintah terhadap BBM, maka subsidi di sektor inilah yang harus dimusnahkan.</p>
<p>Sekadar tahu aja, dalam APBN-P 2008 pemerintah mengalokasikan subsidi BBM sebesar Rp 126 triliun. Cukup gede memang. Ini dengan asumsi harga minyak dunia di bawah 100 US dolar per gentong (dalam bahasa perminyakan disebut barel). Ini yang sering jadi alasan pemerintah untuk sesegera mungkin nyari jalan pintas menyeimbangkan APBN dengan cara mencabut subsidi BBM karena dinilai terlalu besar. Jadi, hasil akhirnya menurut pemerintah adalah harga BBM ‘wajib&#8217; dinaikkan. Sungguh terlalu!</p>
<p><strong>Rakyat ‘disogok&#8217; BLT?</strong><span id="more-220"></span></p>
<p>Halah, selalu aja gini. Dulu waktu naikkin harga BBM pada Oktober 2005, pemerintah juga ngeluarin anggaran untuk BLT (Bantuan Langsung Tunai). Alasannya, sebagai bentuk pengalihan subsidi BBM yang katanya tepat sasaran, yakni untuk kalangan masyarakat miskin. Padahal mah, meskipun dapetin BLT tiap bulan tapi kan harga-harga kebutuhan hidup tetap aja naik sebagai dampak dari kenaikan harga BBM waktu itu. Belum lagi pada faktanya pemerintah malah kebingungan karena penerima BLT juga nggak tepat sasaran karena datanya tak valid. Sampe-sampe mereka yang udah di alam kubur aja masih terdata sebegai penerima BLT. Walhasil, kacau-balau dah!</p>
<p>Sobat, BLT akhirnya jadi semacam ‘sogokan&#8217; aja buat rakyat miskin biar mereka nggak protes terus dengan kenaikan harga BBM kali ini. Seharusnya seluruh rakyat sadar dan menyadari bahwa kondisi ini nggak ngejamin hidup mereka seterusnya. Sebab, bersamaan dengan harga BBM naik, maka bakalan terjadi efek domino, yakni efek ikutan akibat satu sektor naik. BBM naik, otomatis ongkos transportasi ikut naik. Bagi mereka yang usaha, maka kudu nambahi jatah beli solar dan bensin untuk ngangkut produk dan hasil usaha mereka untuk dipasarkan. Karena nggak mau rugi, maka harga produknya dinaikkan. Begitu sampe pasar, pedagang eceran juga naikkin lagi harga dan sampe ke konsumen pasti ikutan naik tuh harga. <em>So</em>, tetep aja duit dapet dari BLT bakalan cepet nguap lagi. Maka, penghematan Rp 35 triliun dari pencabutan subsisi yang akan dialokasikan untuk pengentasan kemiskinan, salah satunya program BLT, jadi nggak ada apa-apanya. Apalagi dibatasin waktunya.</p>
<p>Selain sektor kebutuhan pokok yang naik akibat kenaikan harga BBM, maka sektor pendidikan, kesehatan, informasi, dan lain sebagainya bakalan ‘menyesuaikan&#8217;. Media cetak atau para penerbit pastinya kelimpungan dengan harga kertas yang kian naik tajam (bahkan udah duluan naik sebelum harga BBM melonjak). Mereka terancam gulung tikar dan masyarakat pun siap-siap miskin informasi. Maka, jangan heran kalo nanti beli buku pelajaran pun jadi mahal. Kalo yang punya duit palingan jadi kudu merogoh kocek makin dalam, sementara yang nggak punya duit atau ngepas dijamin nggak bisa beli tuh buku pelajaran. Bener-bener sengsara banget!</p>
<p>Itu sebabnya, adanya program BLT menurut Sultan Hamengku Buwono X nggak akan memecahkan persoalan kemiskinan. Bener juga sih. Sebab, nggak serta-merta rakyat jadi kaya mendadak. Malah, kesannya cuma mengalihkan perhatian masyarakat biar ada anggapan bahwa pemerintah masih pro rakyat kecil dengan adanya BLT ini. Gawat bener kalo sampe terjadi ‘penipuan&#8217; kayak gini. Hmm.. nggak seindah waktu kampanye. Jadi inget lagu dangdut: <em>&#8220;Kau yang berjanji, kau yang mengingkari&#8230;&#8221; </em>Beeuuh..nekuk bener tuh!</p>
<p><strong>‘Cerai&#8217; aja ama kapitalisme! </strong></p>
<p>Brur en Sis, kamu wajib tahu bahwa kondisi kita saat ini adalah akibat diberlakukannya sistem kapitalisme di negeri ini. Sistem kehidupan ini bukan saja merusak sektor ekonomi, tapi juga ngerusak gaya hidup kita sebagai muslim. Maklum, dengan akidah sekularismenya, kapitalisme berhasil ngacak-ngacak tatanan kehidupan kaum muslimin dan siapa pun untuk jadi sekuler, yakni pelaksanaan kehidupan dunia tanpa aturan agama. Sebab, yang jadi ukuran bukan lagi halal-haram, tapi asas manfaat. Itu artinya, meskipun perzinaan adalah haram dalam pandangan Islam, tetapi karena aktivitas itu mendatangkan manfaat berupa kekayaan materi, maka kapitalisme tetap memeliharanya. <em>Wat margawat ta iye!</em></p>
<p>Nah, khusus dalam kasus krisis energi ini, pemerintah bukannya mencari solusi lain yang tidak terlalu memberatkan rakyat banyak, malah mencabut subsidi BBM yang sebenarnya bukan cuma memicu gejolak sosial tapi juga gejolak ekonomi, karena rakyat akan kian bertambah miskin. Pertanyaan yang harus diajukan adalah: apakah menaikkan harga BBM adalah satu-satunya jalan dan jalan terakhir untuk menyelamatkan keuangan negara?</p>
<p>Bro, minyak bumi itu adalah sumber energi yang nggak bisa diperbaharui dalam waktu dekat. Bahkan sebetulnya nyaris nggak bisa diperbaharui lagi. Kalo cadangan minyak ini habis, maka kudu siap-siap nyari sumber energi baru. Memang sih, cadangan minyak itu masih sampe puluhan tahun ke depan. Tapi kan kudu disiapkan dari sekarang kalo sewaktu-waktu energi tersebut habis. Konon kabarnya Indonesia tuh cuma memiliki ladang minyak 4 persen saja dari total cadangan minyak dunia.</p>
<p>Nah, salah satu energi alternatif yang kayaknya cocok untuk dikembangkan adalah nuklir. Nuklir <em>for power</em> tentu yang didahulukan, bukan nuklir <em>for weapon</em>. Memang sih dari sisi teknologi sangat mahal dan perlu keamanan tingkat tinggi. Tapi, bukan halangan kalo memang mau. Sebab negara seperti Iran, India, Amerika, dan Korea Utara saja, mereka sudah mengembangkan energi nuklir. Sekadar gambaran aja ya betapa dahsyatnya energi nuklir, saya pernah baca tulisan terapan tentang nuklir bahwa uranium yang sudah diperkaya dengan jumlah hanya 100 gram bisa menyalakan lampu pijar 100 watt nonstop selama 100 tahun. Fantastis banget kan?</p>
<p>Oke, sebelum bicara soal energi alternatif macam nuklir itu, pemerintah seharusnya bisa mengontrol kebijakan dalam migas (minyak dan gas) ini. Baik undang-undangnya maupun tata-niaganya.Harus ada revolusi total deh.</p>
<p>Pertama, harus dinasionalisasi tuh eksplorasi ladang-ladang minyak, jangan diserahkan ke perusahaan asing. Negara sebagai wakil kaum muslimin (rakyat) yang harus mengelola, karena energi tersebut milik rakyat. Rasulullah saw. bersabda:</p>
<p dir="rtl"><strong>«الْمُسْلِمُونَ شُرَكَاءُ فِي ثَلاَثٍ فِي الْكَلإَِ وَالْمَاءِ وَالنَّارِ» </strong></p>
<p><em>&#8220;Kaum muslimin itu berserikat dalam tiga perkara, dalam padang gembalaan, air dan api (energi)&#8221;</em> <strong>(HR Abu Dawud)</strong></p>
<p>Kedua, karena saat ini belum punya banyak kilang minyak untuk pengolahan minyak mentah menjadi bensin, solar dsb, maka ketika mengeskpor ke luar negeri untuk dijadikan BBM lalu diimpor lagi, musnahkan tuh para mafia minyak yang ternyata orang Indonesia sendiri supaya harga bisa ditekan. &#8220;Ekspor dan impor itu ada mafianya, dan hal itu yang memberatkan APBN. Maka itu, reformasi tata niaga migas perlu dilakukan. Hal itu yang memberatkan APBN,&#8221; ujar pengamat ekonomi Hendri Saparini <em>(okezone.com, 18 Mei 2008)</em></p>
<p>Bro, yang terpenting dari semua itu adalah pemerintah wajib mengganti sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini dengan sistem Islam yang diterapkan dalam bingkai Khilafah Islamiyah jika mau problem ini selesai dengan tuntas. Sebab, udah terbukti kapitalisme tak mampu memberikan apapun kecuali kesengsaraan bagi mereka yang tak memiliki kekuasaan dan modal gede. Apa mau terus begini? <strong>[osolihin: sholihin@gmx.net]</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lauraherniza.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lauraherniza.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lauraherniza.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lauraherniza.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lauraherniza.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lauraherniza.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lauraherniza.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lauraherniza.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lauraherniza.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lauraherniza.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lauraherniza.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lauraherniza.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lauraherniza.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lauraherniza.wordpress.com/220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lauraherniza.wordpress.com&amp;blog=2437170&amp;post=220&amp;subd=lauraherniza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lauraherniza.wordpress.com/2008/10/21/harga-bbm-naik-sungguh-terlalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1184252a2c07bdb44d81ea4fe5fdb45b?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">lauraherniza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lauraherniza.files.wordpress.com/2008/10/gi13115.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">gi13115</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asmara Aktivis Rohis</title>
		<link>http://lauraherniza.wordpress.com/2008/10/20/asmara-aktivis-rohis/</link>
		<comments>http://lauraherniza.wordpress.com/2008/10/20/asmara-aktivis-rohis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 10:12:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lauraherniza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin GI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lauraherniza.wordpress.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[edisi 031/tahun I 2008) Anak Rohis juga manusia. Punya hati, punya rasa. Juga, tentu punya rasa suka dan bisa jatuh cinta. Huhuy! Justru kalo anak rohis nggak pernah bisa merasa jatuh cinta adalah kagak normal, atau jangan-jangan bukan makhluk hidup. &#8230; <a href="http://lauraherniza.wordpress.com/2008/10/20/asmara-aktivis-rohis/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lauraherniza.wordpress.com&amp;blog=2437170&amp;post=216&amp;subd=lauraherniza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong><a href="http://lauraherniza.files.wordpress.com/2008/10/gi13113.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-218" title="gi13113" src="http://lauraherniza.files.wordpress.com/2008/10/gi13113.jpg?w=128&#038;h=46" alt="" width="128" height="46" /></a>edisi 031/tahun I 2008)</p>
<p>Anak Rohis juga manusia. Punya hati, punya rasa. Juga, tentu punya rasa suka dan bisa jatuh cinta. Huhuy! Justru kalo anak rohis nggak pernah bisa merasa jatuh cinta adalah kagak normal, atau jangan-jangan bukan makhluk hidup. Wacks! Ya iyalah, kalo masih merasa manusia sih ya pasti punya rasa cinta. Hewan aja punya kok. Selama masih hidup. Tapi tentu manusia punya aturan dalam mengekspresikan cintanya. Ada syariat yang harus ditaati. Kalo hewan nggak ada syariat yang harus mereka taati. Bener lho.</p>
<p>Kalo manusia sih untuk mencintai manusia lainnya harus jelas aturan mainnya. Kalo hewan? Nggak ada. Emang pernah dengar ada kambing jantan yang tertarik dengan kambing betina terus mereka mengikatnya dengan khitbah untuk seterusnya menikah dan diramein dengan pesta ngundang tamu dan diiringi hiburan nasyid? Hihihi.. film kartun kaleee!</p>
<p>Bro en Sis, karena aktivis Rohis (kerohanian Islam) juga punya rasa suka dan rasa cinta, pasti mereka pernah dong ngalamin yang namanya DDA alias debar-debar asmara. Meskipun dalam mengekspresikannya agak sedikit beda ama remaja umumnya. Kalo remaja umumnya langsung kenalan, terus janjian dan jadian deh dalam ikatan bernama pacaran. Kalo anak Rohis? Kalo untuk pacaran secara terang-terangan kayaknya jarang ada. Mungkin mereka malu. Tapi kalo yang dikamuflase dengan istilah &#8220;pacaran islami&#8221; kayaknya banyak deh. Ini juga sering dianggap sebagai pembenaran atas aktivitas yang dilakoninya. Halah!</p>
<p><strong>Ngaji doyan, pacaran kuat</strong><span id="more-216"></span></p>
<p>Nah lho, nggak salah nih ngasih subjudul? Hehehe&#8230; kamu jangan protes dulu dong. Banyak juga lho yang ngaji tapi pacarannya minta ampun kuatnya. Ini khusus berlaku buat yang ngajinya cuma ikut-ikutan or emang nggak paham. Termasuk yang ngerasa udah tahu tentang hukum Islam, tapi nggak sampe paham dan cuma teori doang, sementara praktiknya nol gede. <em>So</em>, cuma modal semangat aja, tanpa pengen paham lebih dalam. Kadang, ada juga lho yang emang nafsunya lebih gede ketimbang nalarnya. Maaf ye bagi yang kesinggung. Itu tandanya dirimu masih manusia. Ya iyalah, kalo monyet sih dihina ama dipuji tetep diem aja kagak ngarti, boro-boro tersinggung. Jadi, kalo masih tersinggung berbahagialah karena kamu masih manusia. Pletak!</p>
<p>Oya, gaya pacaran aktivis Rohis agak lain. Awalnya sih ukhuwah, tapi kebablasan jadi demenen. Mulanya cuma bergaul sesama pengurus pengajian, lama-lama muncul benih-benih cinta. Bersemi dalam dada dan melahirkan kerinduan. Huhuy! Ati-ati, bisa gaswat!</p>
<p>Sobat muda muslim, jangan heran or jangan kaget, sebab siapa pun orangnya, termasuk anak ngaji, bisa tumbuh dalam dirinya rasa cinta, rasa sayang, juga pengen memiliki begitu ngelihat lawan jenisnya. Ser-seran aja dalam dada kalo kebetulan bertemu di masjid or di perpustakaan. Bergetaran dalam jiwa (apalagi kalo ditambah naik bajaj, dijamin vibrasinya lebih kuat tuh! Halah!). Pokoknya, seperti ada yang bergejolak dalam hati. Tapi sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata (cieee&#8230;). Pokoknya, bikin jantung berdetak dua kali lebih kenceng deh. <em>But</em>, itu wajar kok. Namanya juga manusia. Suer.</p>
<p>Malah boleh jadi, kalo iman kamu nggak kuat-kuat amat, bisa-bisa kecemplung melakoni aktivitas pacaran layaknya mereka yang masih awam dengan ajaran Islam. Maklumlah sobat, kalo nafsu udah jadi jenderal, akal sehat jadi keroconya. Celaka dua belas euy!</p>
<p><strong>Saat cinta mulai bersemi</strong></p>
<p>Cinta itu ibarat jelangkung. Datang nggak dijemput, pulang pun nggak dianter. Suka tiba-tiba aja datangnya. Udah gitu, nggak mengenal status lagi. Mau doi pelajar, guru, tokoh masyarakat, anak ngaji, ulama, dan bahkan kepala negara. Cinta bakalan tumbuh di dada mereka. Kamu masih inget kali ye kasusnya Bill Clinton dan Monica Lewynski? Hmm.. itu perselingkuhan yang mengguncang Gedung Putih beberapa tahun lalu. Geger seisi dunia. Awalnya, jelas rasa cinta. Meski akhirnya disalip oleh hawa nafsu.</p>
<p>Hati-hati lho, anak ngaji juga bisa tergoda saat cinta mulai bersemi. Ehm..ehm.. (ditambah pura-pura batuk nih) kamu jadi sering tampil klimis kalo pergi ke sekolah or kampus. Dandanan jadi rapi jali. Pendek kata, pengen tampil beda dan sempurna di hadapan sang pujaan hati. Sering terjadi lho. Cinta lokasi sesama aktivis pengajian. Wajar <em>euy,</em> sebab cinta itu naluriah. Udah <em>built-in</em> saat manusia diciptakan oleh Allah Swt. Dalam salah satu firmanNya disebutkan:<em>&#8220;Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak,&#8221; </em><strong>(QS Ali Imraan [3]:14)</strong></p>
<p>Cuma masalahnya, saat cinta mulai bersemi, jarang ada yang bisa bertahan dari godaannya yang kadang menggelapkan mata dan hati seseorang. Jangan heran dong kalo sampe ada yang nekat pacaran. Wah, aktivis pengajian kok pacaran? Malu atuh!</p>
<p>Kalo udah gitu, bisa ngerusak predikat tuh. Bener. Sebab, serangan kepada orang yang dianggap tahu dan paham agama lebih kenceng. Jadi kalo ada aktivis pengajian (anak Rohis) yang pacaran, orang di sekililing mereka dengan sengit mengolok-olok, mencemooh, bahkan mencibir sinis. Kejam juga ya? Bandingkan dengan orang yang belum paham agama, atau nggak aktif di organisasi kerohanian Islam, biasa-biasa aja tuh. Sobat, inilah semacam ‘hukuman sosial&#8217; yang kudu ditanggung seseorang yang udah dipandang ngerti. Padahal, sama aja dosanya. Tapi, seolah lebih besar kalo itu dilakukan oleh aktivis pengajian. Gawat!</p>
<p>Jadi hati-hati deh, jangan sampe kamu kebablasan jadi demenan, padahal kamu niat awalnya mau menjalin ukhuwah sesama aktivis Rohis. Jadi, jelas emang kudu ada aturan mainnya. Nggak sembarangan bergaul, lho.</p>
<p><strong>Jangan main api dong!</strong></p>
<p>Iya, bara bisa jadi api yang berkekuatan besar dalam membakar apa saja yang ada di hadapannya, manakala kita rajin ngipasin. Makanya, jangan main bara api nafsu, bisa berabe dan bikin banyak dosa. Kejahatan terjadi bukan karena niat pelakunya saja, tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah! (hei! kok kayak Bang Napi sih? Hihihi&#8230;). Gaul bebas bisa bablas <em>euy!</em></p>
<p>Oke deh, supaya gaul kamu sesama aktivis pengajian selamat di dunia dan di akhirat, ada beberapa poin yang kudu diperhatikan. Jangan sampe ukhuwah malah berubah jadi pacaran.</p>
<p><strong>Pertama</strong>, kurangi frekuensi pertemuan yang nggak perlu. Memang, kalau sudah cinta, berpisah sejam serasa 60 menit, eh maksudnya sewindu (lama amat! Hiperbolis nih!). Bawaannya pengen ketemu melulu. Ini nggak sehat, Bro. Perbuatan seperti itu bukannya meredam gejolak, tapi akan memperparah suasana hati kita. Pikiran dan konsentrasi kita malah makin nggak karuan. Selain itu bukan mustahil kalo kebaikan yang kita kerjakan jadi tidak ikhlas karena Allah. Misal, karena si doi jadi moderator di acara pengajian, eh kita bela-belain datang karena pengen ngeliat si doi, bukan untuk nyimak pengajiannya itu sendiri.</p>
<p>Yup, kurangi frekuensi pertemuan, apalagi kalau memang tidak perlu. Kalo sekadar untuk minjem buku catatan, ngapain minjem pada si doi, cari aja teman lain yang bisa kita pinjam bukunya. Lagipula, kalo kamu nggak sabaran, khawatir ada pandangan negatif dari si doi. Bisa-bisa kamu dicap sebagai ikhwan agresif atau akhwat yang genit. Zwing&#8230;zwing.. gubrak!</p>
<p><strong>Kedua</strong>, jangan ‘menggoda&#8217; dengan gaya bicara dan penampilan yang gimanaa.. gitu. Jadi jangan saling memberi perhatian. Bisa-bisa diterjemahkan lain lho. Ati-ati deh. Firman Allah Swt. (yang artinya):<em>&#8220;Jika kamu bertakwa, maka janganlah kamu terlalu lemah lembut (mengucapkan perkataan), nanti orang-orang yang dalam hatinya ragu ingin kepadamu. Dan berkatalah dengan perkataan yang baik. </em>&#8221; <strong>(QS. al-Ahzab [33]: 32)</strong></p>
<p><strong>Ketiga</strong>, menutup aurat. Nggak salah neh? Kalo aktivis kan udah ngeh soal itu Bang? Bener. Harusnya memang begitu. Tapi, banyak juga yang belum tahu bagaimana cara mengenakan busana sesuai syariat. Akhwatnya masih pake kerudung gaul yang ‘cepak&#8217; abis! (kalo yang bener kan ‘gondrong&#8217;. Maksudnya lebar gitu lho.). Iya, kerudungnya aja modis banget. Pake gaya dililit ke belakang, dan untung aja nggak ditarik lagi ke atas (gantung diri kalee..). Terus, bibirnya dipoles lipstik tebel-tebel. Bedakannya menor pula. Minyak wanginya? Bikin ikan sekolam teler! (apa hubungannya?)</p>
<p><em>So</em>, buat para akhwat, jangan <em>tabarujj</em> deh. Duh, kebayang banget lucunya kalo aktivis pengajian <em>tabarujj</em> alias tampil pol-polan dengan memamerkan kecantikannya. Allah Swt. berfirman: <em>&#8220;&#8230;dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu&#8221; </em><strong>(QS al-Ahzab [33]: 33)</strong></p>
<p><strong>Keempat</strong>, kurangi berhubungan. Mungkin ketemu langsung sih nggak, tapi komunikasi jalan terus tuh. Mulai dari sarana ‘tradisional&#8217; macam surat via pos, sampe yang udah canggih macam via telepon, HP, dan juga internet. Wuih, ketemu langsung emang jarang, tapi kirim SMS dan nelponnya kuat. Apalagi kalo urusan <em>chatting</em>, pake ada jadwalnya segala. Udah gitu, kirim-kirim e-mail pula. Hmm&#8230; jadi tetep berhubungan kan? Emang sih bukan masuk kategori khalwat. Tapi itu bikin suasana hati makin nggak kondusif karena mikirin si dia aja. Nggak percaya? <em>Don&#8217;t be tried! </em>Jangan dicoba!</p>
<p><strong>Kelima</strong>, jaga hati. Ya, meski sesama aktivis Rohis, bisikan setan tetap berlaku. Bahkan sangat boleh jadi makin kuat komporannya. Itu sebabnya, kalo hatimu panas terus karena panah asmara itu, dinginkan hati dengan banyak mengingat Allah. Mengingat dosa-dosa yang udah kita lakukan ketika sholat dan membaca al-Quran. Firman Allah Swt.:<em> &#8220;Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenang.&#8221; </em><strong>(QS ar-Ra&#8217;du [13]: 28)</strong></p>
<p>Oke deh, kamu udah punya modal sekarang. Hati-hatilah dalam bergaul dengan teman satu pengajian. Jaga diri, kesucian, dan kehormatan kamu dan temanmu. Jangan nekat berbuat maksiat. Kalo udah kebelet, (emangnya buang hajat?) segera menikah saja kalo emang udah mampu. Kalo belum mampu karena masih sekolah? Banyakin aktivitas bermanfaat dan seringlah berpuasa.</p>
<p>Emang sih kalo pengen lebih mantap solusinya, kudu ada kerjasama semua pihak; individu, masyarakat dan juga negara. Hmm.. soal cinta juga urusan negara ya? Yup, negara wajib meredam dan memberantas faktor-faktor yang selalu ngomporin masyarakat untuk berbuat yang negatif. Jadi, jangan sampe ukhuwah kita berubah jadi demenan! Pokoknya, malu atuh kalo ngajinya getol, tapi pacaran juga <em>puool</em>. Catet yo!<strong>[solihin: www.osolihin.wordpress.com]</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lauraherniza.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lauraherniza.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lauraherniza.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lauraherniza.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lauraherniza.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lauraherniza.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lauraherniza.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lauraherniza.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lauraherniza.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lauraherniza.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lauraherniza.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lauraherniza.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lauraherniza.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lauraherniza.wordpress.com/216/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lauraherniza.wordpress.com&amp;blog=2437170&amp;post=216&amp;subd=lauraherniza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lauraherniza.wordpress.com/2008/10/20/asmara-aktivis-rohis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1184252a2c07bdb44d81ea4fe5fdb45b?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">lauraherniza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lauraherniza.files.wordpress.com/2008/10/gi13113.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">gi13113</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bangsa Iseng bin Usil</title>
		<link>http://lauraherniza.wordpress.com/2008/10/19/bangsa-iseng-bin-usil/</link>
		<comments>http://lauraherniza.wordpress.com/2008/10/19/bangsa-iseng-bin-usil/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2008 10:04:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lauraherniza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin GI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lauraherniza.wordpress.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[edisi 030/tahun I Minggu lalu kamu-kamu yang punya ponsel mungkin sem-pet ketar-ketir. Pasalnya, beredar isu penyantetan lewat SMS. Sahibul isu bilang kalo si penerima membaca SMS itu maka layar ponselnya bakal meme-rah dan kemudian si pemba-canya bakal pingsan bahkan mati. &#8230; <a href="http://lauraherniza.wordpress.com/2008/10/19/bangsa-iseng-bin-usil/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lauraherniza.wordpress.com&amp;blog=2437170&amp;post=213&amp;subd=lauraherniza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lauraherniza.files.wordpress.com/2008/10/gi13111.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-214" title="gi13111" src="http://lauraherniza.files.wordpress.com/2008/10/gi13111.jpg?w=173&#038;h=38" alt="" width="173" height="38" /></a></p>
<p>edisi 030/tahun I</p>
<p>Minggu lalu kamu-kamu yang punya ponsel mungkin sem-pet ketar-ketir. Pasalnya, beredar isu penyantetan lewat SMS. <em>Sahibul isu</em> bilang kalo si penerima membaca SMS itu maka layar ponselnya bakal meme-rah dan kemudian si pemba-canya bakal pingsan bahkan mati. Terang aja siapa yang kagak takut dapat kabar kayak gitu.</p>
<p>Banyak pengguna ponsel kemudian minta kejelasan soal SMS itu kepada pemerintah. Apalagi isu SMS santet itu sampai ngebawa-bawa nama sebuah operator seluler yang baru beroperasi. Wah, akhirnya pemerintah turun tangan dan para operator ponsel pun ngasih penjelasan kalo SMS itu aman dan nggak berbahaya buat manusia.</p>
<p>Alhamdulillah, dalam itungan hari, akhirnya isu SMS santet itu berakhir. Ternyata pelakunya seorang remaja yang iseng ngirim SMS berisi ancaman santet kepada teman-temannya. Entah gimana ceritanya SMS itu ke-<em>forward</em> ke banyak orang en jadinya bikin geger. Si remaja itu akhirnya diciduk kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.</p>
<p><strong>Negeri iseng</strong><span id="more-213"></span></p>
<p>Bukan sekali dua kali kejadian iseng bikin susah banyak orang. Kalau dulu para pelaku surat kaleng, yakni surat yang kagak jelas siapa pengirimnya, kini berkat kecanggihan teknologi keisengan itu pake telepon atawa SMS. Yang paling sering telepon en SMS gelap itu berisi ancaman bom lewat SMS. Mall, gedung perkantoran swasta, kantor pemerintah sampe sekolahan pernah diancam bom lewat SMS. Yang paling parah ketika ada orang ngirim ancaman bom itu ke rumah sakit. Kebayang kan, kayak apa paniknya pasien, dokter, en perawat ketika tempat mereka diancam bakal diledakkin. Untung aja para jenazah yang ada di kamar mayat nggak ikutan panik. Wacks!</p>
<p>Ngomongin soal iseng, keisengan orang di sekitar kita emang macem-macem. Ada yang suka iseng mencet bel rumah orang terus kabur, ngumpetin sendal temen waktu sholat di masjid, iseng mesen makanan pake layanan antar tapi dengan alamat palsu, sampai yang bikin laporan palsu ke nomor pemadam kebakaran. Tujuannya, apalagi kalo pengen ketawa-ketawa dari ngerjain orang.</p>
<p>Menghibur diri sih sah-sah aja. Tapi kalo iseng itu ternyata udah bikin susah orang lain, apalagi masyarakat, nah itu namanya keterlaluan. En kayaknya keisengan orang &#8211; khususnya remaja &#8211; makin hari makin ngawur. Bayangin aja, siapa yang nggak bakal panik mendengar tempat kerjanya mau dibom. Gimana juga tegangnya aparat keamanan mengamankan tempat kejadian. Iseng bin usil kayak gitu terang aja bikin susah banyak orang.</p>
<p>Keisengan yang ngawur dan bikin urat syaraf tegang juga jadi tontonan di layar kaca. Sebagian emang udah nggak nongol lagi, tapi muncul lagi yang lain. Sebut aja acara yang pernah tayang macam <em>Paranoid, Emosi, MOP (Mbikin Orang Panik)</em>, dll. Acara-acara itu abis-abisan ngerjain orang sampai takut setengah mati atau marah banget. Sampai akhirnya beberapa tahun silam ada acara yang kena batunya, yakni seorang polisi dipecat dari jabatannya karena ikutan dalam acara itu. Nah, kalo udah begini nggak lucu lagi kan jadinya.</p>
<p>Tayangan-tayangan iseng dan usil itu intinya adalah bikin &#8220;penonton tertawa di atas derita orang lain&#8221;. Menurut pengamat pertelevisian dan sosial kemasyarakatan, tayangan macam itu bikin empati kita pada orang lain jadi tipis. Tahu kan apa itu empati? Yang jelas bukan singkatan empal ama ati. Empati itu artinya adalah turut merasakan apa yang dirasakan orang lain. Misalnya nih, kita ikutan sedih manakala ngeliat orang lain ketiban musibah. Juga merasa susah ketika ngeliat orang lain kesusahan.</p>
<p>Nah, gimana kita bisa berempati pada orang lain, kalo kita justru dibikin supaya ketawa ngeliat orang lain dikerjain. Yang ada, masyarakat malah ketularan untuk ngerjain orang lain demi kepuasan diri sendiri. Termasuk telepon dan SMS gelap yang menurut mereka sih untuk bercanda. Kalo kita udah nggak lagi punya empati, wah kita nggak bakal sungkan lagi menjadikan penderitaan orang lain sebagai bahan tertawaan kita. Bukan cuma itu, perbuatan yang lebih ‘kejam&#8217; lagi bisa juga dilakukan. Apa? Vandalisme! Ih, apaan tuh?</p>
<p><strong>Vandalis</strong></p>
<p>Menurut <em>Kamus Besar Bahasa Indonesia</em>, vandalisme artinya adalah perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya (keindahan alam dsb.).</p>
<p><em>So</em>, kalo udah nggak punya perasaan sama orang lain, maka nggak cuma bernafsu ngerjain orang lain, tapi juga kepengen rusak barang orang. Nah, kelakuan macam ini juga yang kayaknya ampir jadi budaya di tanah air. Coba deh itung, berapa fasilitas umum yang rusak di sekitar kita; corat-coret di tembok, telepon umum yang jebol, pintu dan jendela kereta yang rusak, <em>traffic light</em> yang dirusak, dsb.</p>
<p>Tengok juga kelakuan brutal para suporter sepakbola kita. Meski ada juga yang tertib, tapi masih lebih banyak yang suka rusuh. Jangankan kalah, kalo menang aja suka pada ngamuk. Mau fasilitas di stadion, kendaraan pribadi apalagi kendaraan umum seperti bus dan kereta sering jadi sasaran pengrusakan penonton. Belum lagi kebiasaan tawuran antar suporter. Wuih, pokoknya ngeri banget deh.</p>
<p>Terus nih, pencurian sarana-sarana umum yang penting, cukup sering terjadi lho di tanah air. Pencurian kabel telepon, motong saluran air PAM, bahkan pernah kejadian menara listrik digergaji oleh orang nggak bertanggung jawab.</p>
<p>Yang lebih parah, nggak sedikit orang yang ngerjain itu semua, nggak mikirin keselamatan orang lain. Mungkin kamu masih inget kasus pencurian peralatan sinyal milik PT Kereta Api Indonesia, juga pencurian baut-bautnya, sampai motong rel kereta api. Demi duit yang kayaknya nggak seberapa, ada lho orang yang tega ngerusak milik umum en mengancam ratusan nyawa orang lain.</p>
<p>Emang sih, sebagian pengrusakan itu ada yang bermotif ekonomi. Di jaman krisis kayak gini, kalo perut udah laper, apapun digasak. Apalagi BBM udah bakal dinaikkan ama pemerintah, makin banyak aja orang dibikin sengsara ama penguasa. Sayangnya, pelakunya hanya mikirin perut mereka sendiri, tapi lupa ama nyawa orang lain. Betul kata Imam Ali ra., <em>&#8220;Kemiskinan itu dekat pada kekufuran.&#8221;</em></p>
<p>Tapi, ada juga pengrusakan itu karena iseng belaka. Di Lampung, pernah kejadian rangkaian gerbong kereta api terputus karena sambungannya sengaja dilepas oleh sejumlah remaja iseng. Akhirnya rangkaian yang lepas itu ditabrak kereta yang berada di belakangnya.</p>
<p>Kalo kamu pengguna jasa kereta api &#8211; seperti Kereta Listrik Jakarta-Bogor -, suka ada aja orang di luar kereta yang iseng melem-pari kereta. Ada yang pake telor busuk, adakalanya batu juga ikutan ngelayang. Zwing! Pletak! Kebayang kan kalo tuh batu kena kepala penumpang. Nggak cuma benjol, tapi bisa bikin kepala bocor dan pastinya berdarah-darah.</p>
<p><strong>Lagi sakit</strong></p>
<p>Bro en Sis, bercanda dengan orang lain untuk menghibur diri boleh-boleh aja. Rasulullah saw. acapkali bercanda bersama para sahabat atau keluarganya. Beliau juga pernah lho berkata pada seorang nenek bahwa di surga tak ada orang lansia (lanjut usia). Ketika nenek itu bersedih, Rasulullah saw. lalu menjelaskan bahwa di surga semua orang dikembalikan pada usia muda.</p>
<p>Bercanda yang dilakukan Rasullah saw. tujuannya untuk menghibur diri juga menambah keakraban. Bukan untuk bikin malu orang lain apalagi bikin takut. Kalo sampai bikin orang lain takut, itu mah udah <em>dzalim</em>. Dan umat Islam kudu menjauhinya.Rasulullah saw. bersabda: <em>&#8220;Seorang muslim adalah yang sesama muslim selamat dari gangguan lidah dan tangannya.&#8221; </em><strong>(HR Bukhari-Muslim)</strong></p>
<p>Juga sabdanya, <em>&#8220;Sesungguhnya orang yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah adalah orang yang dijauhi manusia karena takut akan kejahatannya (kekasarannya)&#8221; </em><strong>(Muttafaq ‘alayhi)</strong></p>
<p>Perlu dicatet juga, bercanda tujuannya bukan untuk &#8220;bahagia di atas derita orang lain&#8221;. Malu deh kalo jadi orang Islam kalo sampai tega berbuat kayak begini. Sabda Nabi saw. <em>&#8220;Engkau tidak boleh menampakkan gembira atas kesusahan yang menimpa saudaramu. </em><em>Bisa jadi Allah akan memberi rahmat kepadanya dan memberikan ujian kepadamu.&#8221; </em><strong>(HR at-Tirmidzi)</strong></p>
<p>Dalam bercanda juga pantang untuk berbohong. Bohong bin bokis itu kejahatan di mata Allah dan manusia. Sabda Nabi saw.:<em>&#8220;Kalian harus menjauhi dusta, karena dusta akan bersama dengan kejahatan, dan keduanya ada di neraka.&#8221; </em><strong>(HR Ibnu Hibban)</strong></p>
<p>Jangan lupa, berbohong itu juga termasuk tanda-tanda kemunafikan. Hii&#8230;mau disebut munafik? Nggak lha yaw. Berbohong itu ya termasuk di dalamnya lewat surat kaleng, SMS, telepon gelap, atau email.</p>
<p>Dalam Islam, pelaku iseng kayak begitu, pantas masuk pengadilan dan diganjar hukuman yang setimpal. Apalagi kalo sampai memba-hayakan orang lain. Pokoknya kudu ditumpas, pas, pas! Sampe ke akar-akarnya deh!</p>
<p>Apa yang sekarang ini marak; iseng dengan berbohong &#8211; apalagi ngebohongin banyak orang -, nakut-nakutin orang lain pake ancaman, atau ngerusak fasilitas umum maupun pribadi, adalah sebagian tanda kalo bangsa ini lagi ‘sakit&#8217;. Penyebabnya apalagi kalo bukan sekularisme, pemisahan agama dari kehidupan. Virus sekularisme ini bikin orang nggak lagi mikir bahwa Allah Maha Melihat dan bakal membalas semua perbuatan hamba-hambaNya. Mereka mikir, kalo Allah nggak bakal tahu perbuatan mereka karena tersembunyi. Mereka juga mikir kalo nggak bakal ada balasan dari Allah. Padahal <em>mah</em> Allah Swt. berfirman (yang artinya): <em>&#8220;Jika ada padamu sesuatu sebesar biji sawi berada di dalam batu, atau di langit, atau di bumi maka Allah akan membalasnya. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.&#8221; </em><strong>(QS Luqman [31]: 16)</strong></p>
<p>Sekularisme juga bikin banyak jadi kapitalis. Nah, salah satu ciri kapitalis adalah suka mengeksploitasi kesusahan orang lain, <em>and then</em> tertawa di atasnya. Derita orang dianggap komoditi yang layak jadi tontonan bahkan dijadikan duit alias diperdagangkan.</p>
<p><em>So</em>, SMS ‘santet&#8217; itu bukanlah yang terakhir yang bakal mengguncang banyak orang. Selama umat muslim di Indonesia masih betah dengan sekularisme-kapitalisme, selama itu pula teror keisengan en keusilan bakal terus ada. Itu hanya bisa diberantas dengan ngeberantas dulu biangnya; sekularisme en kapitalisme.</p>
<p>Buat kita-kita, nggak pantes deh bikin orang lain susah lalu kita hepi di atasnya. Itu ciri kaum kapitalis, Bro! bukan ciri seorang muslim. Percaya deh! <strong>[iwan januar]</strong></p>
<p align="right"><strong><br />
</strong><!--[if supportFields]&gt;<b></b>tc &quot;<i>Peliharalah dirimu dari kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu merupakan kegelapan-kegelapan pada Hari Kiamat. Dan peliharalah dirimu dari sifat kikir karena sifat kikir itu telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, dan mendorong mereka melakukan pertumpahan darah serta menghalalkan semua yang diharamkan oleh Allah </i><b>[HR Muslim, dari Jabir ra]&quot;</b>&lt;![endif]&#8211;><!--[if supportFields]&gt;<b></b>&lt;![endif]&#8211;></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lauraherniza.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lauraherniza.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lauraherniza.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lauraherniza.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lauraherniza.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lauraherniza.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lauraherniza.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lauraherniza.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lauraherniza.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lauraherniza.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lauraherniza.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lauraherniza.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lauraherniza.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lauraherniza.wordpress.com/213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lauraherniza.wordpress.com&amp;blog=2437170&amp;post=213&amp;subd=lauraherniza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lauraherniza.wordpress.com/2008/10/19/bangsa-iseng-bin-usil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1184252a2c07bdb44d81ea4fe5fdb45b?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">lauraherniza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lauraherniza.files.wordpress.com/2008/10/gi13111.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">gi13111</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
